Esai 

Ini Soal 33 Bukan Tokoh Sastra Tak Berpengaruh

SIMI L. IKITI | @puisiliar | penulis puisi yang sangat liar.

Mungkin boleh saja ini dianggap parodi. Judul “33 Bukan Tokoh Sastra Paling Tak Berpengaruh” memang untuk “melawan” klaim terhadap sejumlah orang yang disebut berpengaruh. Buat saya, yang penulis puisi liar, dalam arti menulis sesuka saya dan tidak pernah berpikir mau jadi apa, tidak penting ada atau tidak adanya tokoh sastra itu. Terpenting saya bisa menulis puisi, setidaknya tidak dilarang menulis puisi, bisa makan, jalan-jalan, dan berkehidupan dengan tenang dan aman. Itu saja kok.

Tapi saya bereaksi ketika melihat ada tokoh-tokoh sastra yang sesungguhnya sangat berpengaruh untuk masyarakat tak termasuk dalam barisan itu. Sebut saja Wiji Tukul, Linus Suryadi AG, Umbu Landu Paranggi, hingga generasi yang lebih muda seperti Joko Pinurbo. Saya pengen tanya sama Tim 8 itu (semoga saja mereka baca “ocehan” ini): mana lebih kuat pengaruh Wiji Tukul dengan Denny JA, Ayu Utami, Helvy Tiana Rosa dan Wowok Hesti Prabowo?

Sebut saja Wowok bisa mengajak buruh berpuisi, lalu Helvy bisa memberi warna sastra Islam dalam geliat sastra, lalu bagaimana dengan Ayu Utami dan Denny JA? Okelah, Ayu Utami berhasil menciptakan Saman, Larung, dan sebuah novel baru yang terbit Desember lalu. Tapi bagaimana dengan Denny JA. Ia baru bikin satu buku kumpulan puisi (istilahnya mentereng: puisi-esai) — dan baru satu-satunya. Estetika macam apa yang membuat Denny terpilih? Menurut saya, secara estetik puisi Denny jauh di bawah rata-rata.

Ah, sudahlah. Kadang politik sastra memang menjengkelkan. Tapi baru taraf segitulah kualitas sebagaian pegiat sastra Indonesia. Apa boleh buat. Tapi ini serius: aku kira perlu ada orang yang berinisiatif menyusun buku tandingan dengan tim kurasi yang lebih independen. Satu lagi, orang/pihak yang membiayainya tidak diikutkan untuk dipilih maupun memilih — meskipun ia seorang sastrawan besar. (SLI)

Related posts

2 Thoughts to “Ini Soal 33 Bukan Tokoh Sastra Tak Berpengaruh”

  1. Lagi ramai nih yang bicarain buku kontroversial itu. Tapi gara-gara dibicarakan dimana-mana, saya malah jadi penasaran ingin bel, hehe..

    1. admin

      Hehe… Tapi hati-hati jgn sampai tersesat di dalam buku itu, hihi…

Leave a Comment