Cerpen 

Ini Bukan Puisi, ini Adalah Penghianatan

Bahkan mereka yang dulu pernah berkhianat,dan aku khianati masih menyimpan gambar dan waktu yang berhenti ditelapak tangannya.Perempuan-perempuan yang baik mengikatkan tali horizontal pada hidupku,mereka yang tidak akan pernah lupa pada senyum yang terikat pada kedukaan yang dalam.Aku milikmu kawan,kekasihku yang mengawan diantara pepulauan Nusantara,tangis dan tawa hidup bertafakur di telapak tanganmu,perempuan-perempuan baik yang berdiri teguh dibelakang penghinaan ku yang serba berlebihan.Aku yang kini ditinggalkan waktu,dan ditinggalkan wanita seperti kalian,terlalu sibuk menguliti kesederhanaan hidup yang tak perlu harus berarti dalam.Ya aku yang mungkin terlalu keras hati,keras kaki yang tidak pernah betah dengan cara yang begitu-begitu saja.Aku heran,aku tidak melihat diriku pada bayangan hari yang semakin ganjil.Aku semakin jauh,dan di tanganmu terbengkalai jasadku yang membusuk bergelantungan bersama beberapa kata yang tak puitis.Nasib adalah perbedaan yang mencolok sayangku,dan keseharian yang biasa tak akan pernah kita temukan.Sekarang hariku adalah yang terlalu ketakutan untuk menjalani sesuatu yang lebih pada perasaan kasih wajar perempuan dan laki-laki,Lama Cinta menjauhiku.Aku adalah lelaki kurus yang telentang ditengah aspal hidup yang menyublin bersama waktu yang terus meregang masa mudaku.Aku adalah mereka yang berkhianat pada hati,aku berkhianat pada perempuan yang menanti.Pada Borneo,pada atap Rumah gadang pada perempuan-perempuan baik yang memayungi hari-hari diamku.Maaf.

Satu diantara kalian adalah bentuk arogansi keperempuanan yang tak mau sabar,tapi tetap saja kau adalah perempuan yang baik.Dan sebagian dari kalian yang saya sebut sebagai perempuan baik adalah kau yang telah menghilang tanpa kabar saat tawaran untuk tidurmu aku tolak mentah2,Borneo lembah dan hutan kasih,kau adalah pemilik hati yang baik,kau adalah bayangan lurus Mahakam,kebaikan perawat Kutai yang tidak akan pernah kutemui.Kemana lagi kebaikan hidup harus ku cari saat kutemui biang kehidupan yang telah terjanjikan hujan serambi mekah,Kau adalah wanita baik yang meninggalkankku luruh bersama air diterminal Bukitsurungan,kedamaian adalah lembab kotamu perempuan baik,kau adalah buku-buku,mikrofilm,foto dan kesenangan dari kegelisahan hari yang kau campakan,kau adalah memoar Mesir van Andalas.Dan kemampuanmu menungguku perempuan baik,adalah cambuk dan kemisteriusan dosaku yang beranak pinak di dinding-dinding sianok,aku adalah pendosa yang layak dipanah dan dirajah di tanah Stadsgemeente Fort de Kock karena realitas hidup melukaimu sayangku.Aku adalah laki-laki yang terlalu lama diam,terlalu pengecut yang terus-terusan lari dari keharusan hidup yang biasa.Tapi kau perempuan baik,yang meninggalkan dan menungguku dengan kisah-kisah yang harum.

Memang segala macam kegelisahan ini tidak tanpak seperti kisah kasih kalian perempuan baik, kalian adalah jalan yang benar,hidup benar adalah tanpa pengecualian.Kalian adalah pasangan karya seni yang mahal,tangan yang santun,terlatih dan anggun dalam penyuguhan kenikmatan hidup.Ceritaku adalah sehina-hinanya Romantisme hidup,Ceritaku adalah pendedam yang kewalahan menggorok leher sendiri.Adalah kau perempuan baik,aku adalah yang ditulikan gelombang laut yang tak tembus sonar.Ya ini adalah realitas,Romeo dan juliet adalah kesalahan penulisan,kutukan Shakespeare’s harusnya bercerita tentang kebaikan kau perempuan.Ahh aku terlalu banyak berbohong, Shakespeare’s ternyata ketuaan dan kurang waras.Tapi sayangku, aku tidak pernah sedikitpun bercanda saat mendendangkan kisah keagungan kalian perempuan baik,kalian yang pernah bersamaku,bersama menikmati bunyian yang tak teratur.Kelak,ketuklah nisanku dengan jemari kalian yang tanpa cela,agar aku tau kalian pernah mengenangku.

Related posts

Leave a Comment