Puisi 

Perempuan Senjakala

RYCO V. AMENITY | @iconessia | seribujari.blogspot.com

ketika silam datang menghampiriku
rindunya meruntuhkan kesunyian
merangkai cerita tentang seorang perempuan ayu
yang lahir setelah fajar menyingsing
matanya menyorot tajam
menyinari jalan menghapus goresan
aromanya semerbak di setiap bait waktu
mengalirkan cahaya tanpa rasa bimbang
apabila kutatap penglihatannya
terlihat sabit berwarna jingga

perempuan senjakala
dia pergi meninggalkan sunyi
tak ada pelangi pemberi warna
rona mega di atas langit
berarak menanti sebentuk keajaiban
inginku dia terjaga di sini
bersama kidung yang melukis jiwa
dan cahaya yang menyerpih kedamaian hati

senja…
mulai merayapi gunung samudra
di sebaris kata rindu, kenangan menyelimuti kampung halaman
aku telah mengenal perempuan itu sejak kecil
sedikit malu ketika dulu kita bersama
bermain, berlari, sembari mengikuti kemana langkah kaki pergi
kini, antara mencari dan menemukan
antara hati dan pikiran
apa yang membuat semua menjadi berarti?

berjuta kata tinggallah doa
datang langit dengan jingganya
airmatanya jatuh membasahi nurani
telah kucuri satu lembayungnya
kubawa dan kusimpan
kelak saat waktu tak lagi menyapa
hingga mentari meronta meninggalkan langit
akan kuberikan ini untukmu

Tuhan pasti tahu
bahagiamu adalah bahagiaku juga
ada pejuang rindu melepaskan jiwa dalam nestapa
namun hingga kumandang senja habis terurai
dan lenyapnya sinar merah di ufuk barat
masa itu tak mungkin kembali

terbentang luas langit di atas sana
hilir hujan menyapa
dalam tengadah hati bersimpuh
dengan penuh harap kutuntaskan tulisan ini
setiap tempat yang kita singgahi pasti meninggalkan cerita
begitu juga orang-orang yang lewat seperti bayang-bayang
kelak jika aku tiada, simpanlah kalimat terakhir ini
“semoga ada banyak rindu yang bisa kita satukan bersama, …..”

Related posts

One Thought to “Perempuan Senjakala”

  1. selamat pagi boss

    ceritanya bagus sekali ..
    like it…

Leave a Comment