Puisi 

Siapa Mati Hari Ini?

Oleh: Faiz Mao I @faiz_elfuady I cakfaiz.blogspot.com   siapa mati di tubuh kata remang-remang cahaya mengejanya menyisa sajak-sajak kesepian memanggil kensunyian puncak segala kehidupan. “hai kau penyair!”   siapa mati digenggam rindu menunggu temu tak kunjung lalu menyisa doa-doa harapan memanggil jumpa puncak segala kerinduan. “hai kau pujangga!”   siapa mati hari ini? “hai kau manusia!”   Jakarta, 2014

Read More
Cerpen 

Siti Ambia

Cerpen: Sadri Ondang Jaya | Sumber: Serambi Indonesia @serambinews, 18 Mei 2014 | Siang itu langit cerah. Cahaya terang benderang. Angin enggan bertiup, mengundang gerah yang memanggang. Dalam suasana seperti itulah, Siti Ambia terus mendayung perahunya. Melaju membelah Sungai Singkil. Riak-riak air bergemericik menerpa badan perahu. Jari jemarinya yang lentik sigap mengayuh perahu agar haluannya tidak berbelok arah.

Read More
Puisi 

Dzikir

Oleh: Faiz Mao I @faiz_elfuady I cakfaiz.blogspot.com Berkas-berkas cahaya menyilaukan mata Saat seruan-Nya kembali mendendang di telinga Butir-butir tasbih memutar tepat dititik putar Airmata serupa embun menyilau dan memancar Subhanallah… Sungguh tiada isyarat yang teramat Atas semua karunia yang penuh nikmat Maha suci Engkau dengan segala rahmat Alhamdulillah… Sungguh tiada kalimat yang teramat Atas semua kata yang terucap Segala puji bagi-Mu penguasa seisi jagat Allahuakbar… Sungguh tiada daya yang teramat Atas segala upaya yang penuh berkat Maha besar Engkau dengan segenap dzat Butir-butir tasbih memutar dititik putar Segala rasa kan…

Read More

Harian Cakrawala, Makassar, Sabtu 24 Mei 2014

Pilo Poly | @Nyaknanta | puisipilopoly.blogspot.com     Aceh   Tubuhmu adalah lukisan tempat di mana kami luruh hingga nyawa terpisah badan   Matamu adalah saksi tempat di mana kami mengerti tentang segala sesak ini   Telingamu adalah rindu tempat di mana kami mendengar sebuah kedamaian akan datang   Tanganmu adalah catatan tempat di mana kami kumpulkan semua hal dan kejadian   Kakimu adalah cahaya tempat di mana kami terus yakin bahwa suatu saat masa lalu tak akan pulang   Kulitmu adalah dedaunan tempat di mana kami nanti temukan harum…

Read More

Kisah Cinta yang Unik dalam Balutan Intrik Politik

    Judul               : Burung Terbang di Kelam Malam Penulis             : Arafat Nur Penerbit           : Bentang Pustaka, 2014 Tebal               : xvi+ 376 Hlm Resensor          : Pilo Poly ISBN               : 978-602-7888-93-7     Pilo Poly | @Nyaknanta | puisipilopoly.blogspot.com   BERAWAL dari kekesalannya terhadap, Tuan Beransyah yang gemar kawin dan munafik, Fais pun membulatkan tekatnya menyelidiki keberadaan sejumlah istri simpanan sang calon Wali Kota Lamlhok. Bermodal dari salah satu informasi, ia mulai berpergian dari satu tempat ke tempat lain, tempat di mana dia dapat menemukan gundik-gundik tersebut.   Aida, istri…

Read More

Melawat ke Rumah Sesepuh KSI

 Pilo Poly | @Nyaknanta | http://puisipilopoly.blogspot.com/     Pada kesempatan ini, tepatnya tadi siang pukul 13.00 WIB, saya dan beberapa kawan lain dari komunitas berkumpul di KSI. Tujuan hari ini adalah menemui salah satu sesepuh KSI Humam S. Chudori di kediaman beliau. Dan membiracakan banyak hal tentang menulis.   Pertemuan ini sendiri sudah direncakan jauh hari karena mengingat pada selasa, (27/5), adalah hari di mana tanggal tak dapat berkata-kata. Umpama perempuan yang lagi haid, jika diajak sembahyang, maka keluar dari mulutnya “lagi datang bulan.”   Perjanjian sedikit meleset. Kami berangkat tepat…

Read More
Puisi 

Bertanya Kepada Ibu Pertiwi ; tentang kehilangan 1998

Faiz Mao I @faiz_elfuady I cakfaiz.blogspot.com   Ibu, siapa mati ditembak peluru dari bedil penguasa saudara sebangsa? bagaimana nasib mereka, bu? surgakah yang ia terima, bukankah ia telah disiksa oleh telik negara? diculik, diasingkan, dipenjarakan tanpa ada alasan. sstt…jaga bicaramu, nak! sekarang bukan saatnya melacak sebab tidak ada guna, semua takkan pernah ditindak! semua sudah dilupakan, nak. tapi ibu, negara ini butuh guru yang menjelaskan bahasa kesakitan yang menjelaskan darah berceceran yang menjelaskan arti kehilangan bu, meski aku hanya mendengar tapi aku tau sebab tangis itu menggelegar darah-darah yang murah…

Read More