Melawat ke Rumah Sesepuh KSI

 Pilo Poly | @Nyaknanta | http://puisipilopoly.blogspot.com/

 

 

Pada kesempatan ini, tepatnya tadi siang pukul 13.00 WIB, saya dan beberapa kawan lain dari komunitas berkumpul di KSI. Tujuan hari ini adalah menemui salah satu sesepuh KSI Humam S. Chudori di kediaman beliau. Dan membiracakan banyak hal tentang menulis.

 

Pertemuan ini sendiri sudah direncakan jauh hari karena mengingat pada selasa, (27/5), adalah hari di mana tanggal tak dapat berkata-kata. Umpama perempuan yang lagi haid, jika diajak sembahyang, maka keluar dari mulutnya “lagi datang bulan.”

 

Perjanjian sedikit meleset. Kami berangkat tepat saat jam merangkak di angka 1 lewat beberapa menit. Deru sepeda motor meninggalkan sekretariat KSI di Jln Waru 1, Pamulang. Menembus kesibukan jalanan yang berdebu, licin dan macet.

 

Kami sampai satu jam kemudian di alamat Pak Humam. Di rumah teduh itu, kami diterima dengan hangat. Anak-anak Pak Humam satu persatu mendekati kami dan mencium tangan kami seolah-olah Pak Humam telah berpesan pada anak-anaknya bahwa, jika ada tamu yang datang, hendaklah memberi salam pada mereka.

 

Rumah itu kecil, hangat dan, penuh jejak-jejak pembelajaran. Buku-buku yang tertata rapi di ruang tamu setinggi 2 meter memperlihatkan, ada banyak ilmu yang telah lama tersesak di situ, dan seperti merindukan seseorang datang dan mulai membacanya.

 

Saya dan kawan-kawan lain memang tak sempat memilah-milah buku-buku itu yang menurut pengakuan Pak Humam ada sekitar 700 judul buku. Kami hanya mendengarnya berbicara tentang banyak hal. Tentang puisi, cerpen, novel bahkan Agama.

 

Pak Humam S. Chudori sendiri adalah seorang Sastrawan  yang menamatkan pendidikannya SMEA di Pekalongan dengan Beasiswa dari KDH Jawa Tengah. Lalu hijrah ke Jakarta pada 1978, pernah menjadi Seski Bidang Litbang, Sekretaris, dan Bendahara di KSI Pusat.

 

Selain itu, buku-buku beliau pun sangat beragam. Dari kumpulan cerpen, puisi, bahkan novel antara lain; kumpulan cerpen Rumah yang Berkabung (Yayasan Bina Komunikasi, Jakarta 1984), Empat Melogok Dunia (Yayasan Sastra Kita, Jakarta, 1986), Dua Dunia (Restu Agung, Jakarta, 2005), Barangkali Tuhan Sedang Mengadili Kita (Restu Agung, Jakarta 2005). Novelnya antara lain; Bukan Hak Manusia (Pustaka Insan Madani, Yogyakarta 2007), Sepiring Nasi Garam (Pustaka Insan Madani, Yogyakarta, 2007), Ghuffron (Republika, Jakarta, 2008), Shobrun Jamil (Republika, Jakarta, 2010) dan beberapa antologi cerpen, dan sajak.

 

Di sela-sela obrolan hangat itu, Pak Human sendiri mengapresiasi meningkatnya anggota di Komunitas Sastra Indonesia Tangsel. Hal itu tampak dari gurat ceria yang menyembul dari wajahnya. Ia juga bercerita KSI punya sejarah sendiri tentang kusut-banyaknya anggota. Datang dan pergi. Tak ada yang benar-benar ingin berbagi.

 

Tapi, dengan bergeraknya KSI di Tangsel, Pak Human sendiri menyakinkan bahwa nanti dari perkumpulan yang positif ini, akan lahir penulis-penulis yang baharu. Yang memperhatikan banyak hal tentang kesemrawutan kehidupan di luar sana. Tidak bergaya-gaya dalam bahasa. Tidak hanya ingin menarsiskan dirinya saja. Tapi kembali pada hakikat bahwa menulis untuk mengabarkan kepedihan orang-orang yang tertindas.

 

Tak terasa, waktu telah bergerak sedemikian cepat. Saya dan beberapa kawan lain minta izin pulang pada Pak Human, dan berharap pada kesempatan lain Pak Human S. Chudori akan hadir ke Sekretariat KSI Tangsel untuk mengisi beberapa materi yang nanti akan dicurahkan pada anggota lain.

 

Perpisahan itu sendiri tepat pada pukul 17.00 WIB dengan penyerahan sebuah buku kumpulan puisi terbaru Pak Human S. Chudori dengan judul Perjalanan Seribu Airmata.*Pilo

 

cover perjln 1000 airmata

Sumber: http://komunitassastratangsel.blogspot.com/

 

Related posts

One Thought to “Melawat ke Rumah Sesepuh KSI”

  1. I know this if off topic but I’m looking into starting my own blog and was curious what all is required to get set up? I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I’m not very internet savvy so I’m not 100% certain. Any recommendations or advice would be greatly appreciated. Appreciate it

Leave a Comment