Puisi 

Mata Ibu Hingga Suara

Sepasang Mata Ibu   Pada hari yang kemarin, hanya matamu yang terang. Mengintip ke seluruh tubuhku, yang liuk dengan perjalanan.   Kucoba tutup seluruh gelisahku, Ibu. Wujudmu yang temaran menjadi obat. Doa panjang yang tak ada akhir, dan kuyakin kepadaku akan selalu sampai.   Kau adalah suluh dalam gelap ini, Ibu. Ranjang yang tak pernah akan kutinggal. Walau berjauh kita merelakan rindu, hanya doamu akan membawaku pulang.   Jakarta, 2015     Suerune Kalee[1]   Kaulah suara yang paling merdu Rindu yang tak dapat kutahan getarnya   Kaupun yang membuatku…

Read More
Puisi 

Puisi Pilo Poly April

Bahagia ke Bahagia   Kebahagiaan, kupu-kupu dengan sayap jingga muda, kunang-kunang seperti merah lampu di jalan raya.   Jangan malu ke sini. Baliklah berkali-kali. Masuklah. Aku menunggu kau dengan mata merah jambu. Masuklah. Aku menunggu. Jiwaku patah tanpa renyah bibirmu.   Sebuah piano kesepian di sini. Ia sepi tanpa geletik jemarimu. Kau adalah ibu baginya, kandung yang berpisah lama.   Datanglah walau sedetik, hai kembang anggrek putih. Layang di atas langit menyerupai wajah ovalmu. Iya. Masuklah lebih jauh. Terbangkan aku ke dalam dirimu.   Janjiku erat untukmu kuikat sampai ke…

Read More