Esai 

Memaknai Drupadi dari Berbagai Dimensi

Siapakah yang mendengar suara Drupadi ketika ia diseret pada rambutnya yang panjang ke balairung perjudian itu? Semua. Semua mendengar. Tapi tak ada yang menolongnya. Yudhistira, suaminya, yang telah kalah dalam pertaruhan, membisu. Juga Arjuna. Juga Nakula dan Sadewa. Hanya Bima yang menggeratakkan gerahamnya dalam rasa marah yang tertahan, hanya Bima yang berbisik, bahwa Yudhistira telah berbuat berlebihan, karena bahkan pelacur pun tak dipertaruhkan dalam pertandingan dadu.

Read More
Esai 

Antara Bahasa “Halus” dan Bahasa “Kasar”

HARDI RAHMAN | @hardiarayya | hardia-rayya.blogspot.com Berusaha Sama / bila harus memilih / adakah pilihan / tanpa harus membedakan / walau kita sama-sama tahu / kita itu tidak pernah serupa? (*   Bahasa dalam status sosial berpengaruh besar di masyarakat. Jenjang dan tingkatan seseorang kadang dilihat dari cara ia berbahasa. Bahasa juga menjadi tolak ukur di mana standar mutu seseorang dinilai. Kita bisa melihat perbandingan sebuah bahasa sehingga dari sebuah bahasa tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu baik dan kasar. Baik sendiri dibagi lagi menjadi halus dan standar. Bahasa yang…

Read More
Esai 

Ini Soal 33 Bukan Tokoh Sastra Tak Berpengaruh

SIMI L. IKITI | @puisiliar | penulis puisi yang sangat liar. Mungkin boleh saja ini dianggap parodi. Judul “33 Bukan Tokoh Sastra Paling Tak Berpengaruh” memang untuk “melawan” klaim terhadap sejumlah orang yang disebut berpengaruh. Buat saya, yang penulis puisi liar, dalam arti menulis sesuka saya dan tidak pernah berpikir mau jadi apa, tidak penting ada atau tidak adanya tokoh sastra itu. Terpenting saya bisa menulis puisi, setidaknya tidak dilarang menulis puisi, bisa makan, jalan-jalan, dan berkehidupan dengan tenang dan aman. Itu saja kok.

Read More
Esai 

Lokal Tak Lokal, yang Penting Lokalan

IRMAN SYAH | IRMAN-SYAH.BLOGPSPOT.COM Membicarakan ‘lokal’ rasanya sulit juga untuk memulai kalimatnya. ‘Kata’-nya bermula dan muncul dari daerah yang tak sempat kita raba dan, yang terbayang akhirnya hanyalah sebuah kebiasaan baru tentang penyeragaman pikiran yang kadang membuang rasa atas keaslian hidup manusia di berbagai daerah di negeri ini. Mata, pengalaman hidup kita seakan membayangkan gedung, atau bangunan besar yang di dalamnya terdiri dari jumlah kelas, untuk kemudian diserbu oleh anak-anak yang ingin maju atau boleh juga dikatakan tak mau ketingalan.

Read More
Esai 

Luka Berkesenian di Aceh

HERMAN RN | LIDAHTINTA.WORDPRESS.COM LAGI-LAGI aktivasi Taman Seni dan Budaya Aceh (TBA) meninggalkan carut-marut di kalangan seniman. Aktivasi taman seni dan budaya merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tujuannya mulia, agar taman budaya yang ada di daerah hidup, bersinar, dan meningkatkan perannya sebagai ruang dan pusat pengembangan kebudayaan. Melalui program ini, Kemenparekraf hendak memberikan peluang partisipasi sebesar-sebesarnya kepada seniman pelaku maupun kreator dari semua kalangan. Ada empat taman budaya yang memperoleh kucuran dana pusat dalam program aktivasi ini: Taman Budaya Aceh (TBA), Taman Budaya Jawa Barat, Taman Budaya…

Read More