Puisi 

Puisi Pilo Poly April

Bahagia ke Bahagia   Kebahagiaan, kupu-kupu dengan sayap jingga muda, kunang-kunang seperti merah lampu di jalan raya.   Jangan malu ke sini. Baliklah berkali-kali. Masuklah. Aku menunggu kau dengan mata merah jambu. Masuklah. Aku menunggu. Jiwaku patah tanpa renyah bibirmu.   Sebuah piano kesepian di sini. Ia sepi tanpa geletik jemarimu. Kau adalah ibu baginya, kandung yang berpisah lama.   Datanglah walau sedetik, hai kembang anggrek putih. Layang di atas langit menyerupai wajah ovalmu. Iya. Masuklah lebih jauh. Terbangkan aku ke dalam dirimu.   Janjiku erat untukmu kuikat sampai ke…

Read More
Puisi 

Jiwa-jiwa Kosong

RYCO V. AMENITY | @iconessia | seribujari.blogspot.com biarkanlah aku mengembara jauh memasuki dunia tanpa musim tawa biarkanlah aku menggapai lelah tapi tidak untuk merasa kalah biarkanlah aku tak berhenti di sini melangkahkan kaki untuk terus berlari garis-garis tangan sesekali menghadirkan bintang-bintang kemilau warnanya melukiskan rona jingga dan bila semua tak saling mengisi maka kehidupan fajar akan semakin sunyi andai kau mengerti izinkan aku mencium keningmu di tempat ini kita menyatukan hati menggapai mimpi melepas sepi andai kau mengerti setelah terjadi masing-masing dari kita juga akan pergi dan tak pernah kembali

Read More
Puisi 

Hutan Jati Kering

RYCO V. AMENITY | @iconessia | seribujari.blogspot.com telah gugur kemarau bulan ini pohon jati tegak berjajar saat aku berdiri di pucuk kesetiaannya daun-daun terlepas dari kekasihnya tak ada basah yang menghakimi di hadapanmu aku memandang ke dalam dirimu takkan ku biarkan dukamu menumpahkan air mata kesedihan biarkan mengering seiring cinta memahkotaimu lagi kemarilah, jangan pergi, jangan sembunyi aku mendengar panggilanmu dari palung paling dalam perasaanmu, jiwamu, ingatanmu ketika awan hitam menggantung di antara hutan jati kering seseorang datang menghadangmu dia berkata seolah kau adalah bagian dari cerita lalunya “kita pernah…

Read More

Ruang Kosong

Pilo Poly | @NyakNanta | puisipilopoly.blogspot.com   /1/ Puisi adalah ruang kosong yang sedang menanti sebuah kejadian di bibirmu saat kau menghidu cokelat hangat itu.   /2/ Ruang kosong adalah tempat di mana akan aku ceritakan tentangmu. Tentang kesepianmu. Eh, iya. Juga tentang apa yang membuatmu paling bahagia.   /3/ Oh, maaf. Aku baru ingat. Kau tak pernah mau kuceritakan tentangmu. Tapi aku sudah terlanjur menulisnya. Apakah harus kuhapus lagi?   /4/ Kau juga tahu, aku tak pernah menghapus apa yang telah kutuliskan. Sebab dengan itulah aku berhasil meghimpun setiap…

Read More

Dejavu

Pilo Poly |@nyaknanta | puisipilopoly.blogspot.com   aku datang padamu kala itu ketika malam hampir membunuh pagi. kau mengajakku ke selatan rumahmu, dekat dengan perkebunan yang seujung mata memandang hanya ada kuburan. Di sana, terdapat kursi panjang yang ramah, kita kerap membungkus rindu di situ, sambil menelantarkan setiap waktu yang ragu. tapi ke selatan sana tak ingin kugapai, aku merayumu agar engkau memenuhi inginku aku ingin kita berkelana ke utara, suata tempat yang membuat kita dekat, dekat dengan yang tak pernah bertemu, tapi selalu mengalungkan rindu setelah janji kita ikat, aku…

Read More

Apresiasi untuk Film Reign of Assassins

Pilo Poly | @nyaknanta | puisipilopoly.blogspot.com   Balada :Reign of Assassins katamu kau akan hidup dalam penderitaan seribu tahun menjadi mata yang tertutup selama hidup dan mengembara tanpa perlu mendengarkan ribuan caci maki yang menghempasmu katamu kau akan rela berdiri tegak dibawa hujan ratusan tahun dan saat itu, saat seribuan tahun telah lalu kau akan diam di sebuah danau dengan secangkir arak di tanganmu sampai mabuk dan mengira rembulan di hamparan danau adalah seorang wanita cantik kau melompat ke danau itu tapi sebuah tangan yang putih dan lembut segera mencengkeram…

Read More
Puisi 

Siapa Mati Hari Ini?

Oleh: Faiz Mao I @faiz_elfuady I cakfaiz.blogspot.com   siapa mati di tubuh kata remang-remang cahaya mengejanya menyisa sajak-sajak kesepian memanggil kensunyian puncak segala kehidupan. “hai kau penyair!”   siapa mati digenggam rindu menunggu temu tak kunjung lalu menyisa doa-doa harapan memanggil jumpa puncak segala kerinduan. “hai kau pujangga!”   siapa mati hari ini? “hai kau manusia!”   Jakarta, 2014

Read More