Mata Ibu Hingga Suara

Sepasang Mata Ibu   Pada hari yang kemarin, hanya matamu yang terang. Mengintip ke seluruh tubuhku, yang liuk dengan perjalanan.   Kucoba tutup seluruh gelisahku, Ibu. Wujudmu yang temaran menjadi obat. Doa panjang yang tak ada akhir, dan kuyakin kepadaku akan selalu sampai.   Kau adalah suluh dalam gelap ini, Ibu. Ranjang yang tak pernah akan kutinggal. Walau berjauh kita merelakan rindu, hanya doamu akan membawaku pulang.   Jakarta, 2015     Suerune Kalee[1]   Kaulah suara yang paling merdu Rindu yang tak dapat kutahan getarnya   Kaupun yang membuatku…

Read More