Cernak, Kedaulatan Rakyat, Umi Salamah

Hidup Bersama

1
(1)

Oleh Umi Salamah (Kedaulatan Rakyat, 05 Mei 2019)

Hidup Bersama-1 ilustrasi Jos - Kedaulatan Rakyatw

Hidup Bersama ilustrasi Jos/Kedaulatan Rakyat

ADAM menendang kerikil di depannya dengan kesal. Dia sedang berada di parkiran. Keringatnya terus mengalir deras. Siang ini, matahari bersinar tajam. Dia memegang setang sepedanya. Kemudian beralih mengelus lehernya. Haus. Adam tidak sabar untuk pulang ke rumah.

“Di mana Anwar? Kenapa belum muncul juga?” geram Adam.

Adam celingak-celinguk menatap kelas Anwar yang berada di samping parkiran. Dia tengah menanti Anwar karena dia ikut pulang bersamanya. Anwar saudaranya, dia anak dari Paman Erwin, kakak ayahnya.

Anwar tinggal bersama Adam di rumahnya. Sudah satu minggu Adam berbagi kamar bersama Anwar. Adam tidak tahu alasan kenapa Anwar tinggal di rumahnya. Adam hanya tahu, ayahnya tiba-tiba saja membawa Anwar ke rumahnya. Ayah bilang anwar akan tinggal bersama mereka untuk sementara.

Dari jauh, Adam melihat Anwar berlari menuju tempatnya. Adam yang sudah tidak sabar ingin pulang, mengeluarkan sepedanya dari parkiran. Dia hanya menjawab singkat permintaan maaf Anwar. Dalam hati, dia mulai tidak menyukai Anwar yang merepotkan.

***

Setelah makan siang, Adam kembali ke kamar. Dia membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dia merasa sangat lega setelah tersiksa lapar dan haus sepanjang menunggu Anwar di parkiran. Adam mulai memejamkan mata. Tapi matanya kembali terbuka mendengar pintu kamarnya dibuka dari luar.

“Adam, kamu tidur? Sebelum tidur, lebih baik kerjakan dulu pekerjaan rumah,” saran Anwar.

Adam membalikkan tubuhnya. “Nanti saja. Aku mengantuk, nih.”

“Nanti lupa lagi. Kalau pekerjaan rumah sudah dikerjakan, kan jadi punya waktu banyak untuk istirahat,” sanggah Anwar.

“Cerewet. Kamu kan menumpang di sini. Jangan mengaturku!” geram Adam.

Baca juga  Kedai Senja

Adam tidak mau lagi menutupi rasa tidak suka akan kehadiran Anwar di rumahnya. Sejak Anwar tinggal di sini, Adam harus berbagi segalanya. Adam harus berbagi tempat tidurnya, meja belajarnya, kamar mandinya, lemari pakaiannya, dan sepedanya. Ditambah ayah dan ibunya sangat pedulu kepada Anwar. Ibu sering memasakkan udang goreng, makanan kesukaan Anwar. Adam alergi dengan udang. Dia tidak menyukai ada udang di meja makan. Tapi sejak Anwar di rumahnya, Adam harus menawan rasa tidak sukanya.

Average rating 1 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: