Cerpen, Nazar Shah Alam, Serambi Indonesia

Mesyuarat Jin Paya

0
()

“Di sana kita akan tahu nanti. Ingat, setiap Tuan Jin Paya Uyok memanggil, kita harus datang. Terserah penting atau tidak penting!” jawab Siganah sang mahir goda lelaki buaya. Siganah tentu saja senang hati bertemu pemimpinnya sebab baru-baru ini dia mendapatkan gelar kehormatan atas keberhasilannya menggoda seorang target besar.

Sementara itu di bawah himpun rimbun rumbia, disiram tipis cahaya bulan, telah duduk utusan-utusan penting dari setiap suak, kuala dan paya. Ikhwal pertemuan tak lain sebab ada seorang manusia yang telah berani memantik api permusuhan dengan para penghuni paya sekalian.

“Begitu lama kita diam, mengalah atas segenap tuduhan, menepi jauh dari ruang yang mereka ambil tanpa perizinan, mencoba menjadi teman. Namun ternyata kita tetap dianggap sebagai pembawa petaka!” Jin Suak Samin mengeram. Suaranya tuanya yang berat, ditekuk di antara leher dan dada, terdengar penuh kemarahan.

“Mungkin inilah saatnya kembali, kawan-kawan. Kita samun mereka, membawanya ke tempat-tempat jauh lalu mengembalikannya dalam keadaan seperti gila teluh!” usul Jin Paya Likot.

“Tidak ada gunanya. Mereka sudah gila tanpa harus campur tangan kita. Berikan untukku cerita lain!” pinta Jin Paya Uyok, penghulu segala jin yang tergabung dalam Para Jin Paya.

Seluruh hadirin diam. Beberapa tampak keras berpikir. Mesyuarat ini menjadi sunyi dan asing.

“Siapa Pon Karim itu?” tanya Jin Paya Uyok memecah bisu.

Diceritakanlah oleh Jin Suak Samin duduk kisahnya. Bermula dari hilangnya Bulukia, salah seorang anggota pembubu ikan mereka. Amarah Pon Karim tersulut setelah merasa putus asa atas usahanya mencari Bulukia tak kunjung berhasil.

Pon Karim berseloroh di pintu paya, “Hei, jin yang menghuni tempat ini, kembalikan hamba Allah yang kau sembunyikan itu kepada kami. Jika tidak, akan kami hancurkan hunian kalian sehingga kalian akan tersesat antara langit dan bumi!”

Baca juga  Nek Yat dan Temanku yang Lurus

“Apa, dia ingin mengusir kita? Celaka! Hajam betul mulutnya!” Hantu Malu, kekasih mantan selingkuhan Siganah itu dengan tegas menyela.

“Iya. Kita harus bikin perlawanan, tuanku Jin Paya Uyok. Kami menunggu arahan,” pinta Jin Suak Samin memelas.

 1,166 total views,  4 views today

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: