Amien Kamil, Koran Tempo, Puisi

Requiem After Rain

0
()

Aku bukan lagi menjadi diriku yang dulu sejak tersambar petir. Diiringi hujan rintik-rintik riwayatku itu segera saja berakhir pada lembaran koran di halaman belakang dalam kolom obituary, disertai photo kusam berwarna sephia disertai rangkaian daun-daun perak dari nirwana.

Sejak saat itu tiada lagi kepedihan ataupun rindu yang hendak kuungkapkan. Juga tiada sedu sedan berkepanjangan apalagi tangis pilu yang tak berkesudahan. Malam ini, tiada shelter untuk merakit ragu dan segala keluh serta sedu sedan telah kusimpan rapih dalam laci meja. Karena seperti kita tahu, waktu akan terus memburu dan tiada perbatasan apapun bisa menghalaunya dari segala harapan yang kita punya.

 4 total views,  2 views today

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Baca juga  TUKANG PIKAT; TERSESATNYA TUKANG PIKAT; TARIAN FILSUF

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: