Amien Kamil, Koran Tempo, Puisi

Requiem After Rain

0
()

Sementara sambil termangu sebagian orang-orang itu masih saja berkumpul untuk merajut segala kemungkinan dari berbagai serpihan-serpihan kenangan. Entah dari masa lalu yang berdebu ataupun keriuhan pesta penuh gelak tawa maupun berbagai galaksi memori yang tersisa dari begitu banyak mimpi yang mereka punya.

 

*2018*

Amien Kamil, penyair dan sutradara Republic of Performing Arts. Buku puisinya, Tamsil Tubuh Terbelah, masuk Longlist Khatulistiwa Literary Award 2008.

 6 total views,  4 views today

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Baca juga  Bodhisatwa; Menenung Buaya Buntung

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: