Ari Vidianto, Fabel, Kedaulatan Rakyat

Assa Si Angsa Pemalas

0
()

Oleh Ari Vidianto (Kedaulatan Rakyat, 15 April 2018)

Assa Si Angsa Pemalas ilustrasi Jos- Kedaulatan Rakyat-3.jpg

Assa Si Angsa Pemalas ilustrasi Jos/Kedaulatan Rakyat

ASSA adalah seekor angsa pemalas. Setiap hari kerjanya hanya tidur-tiduran di sarangnya. Bila teman-temannya mau mencari makan dan membangunkannya, ia akan memarahinya. Dan ia malah menyuruh teman-temannya untuk membawakannya makanan. Teman- temannya sangat kesal padanya karena kelakuannya yang buruk dan sukanya memerintah. Ia enak-enakan tidur sementara teman-temannya mencari makan.

Pada suatu hari ketika teman-temannya sedang mencari makan, seperti biasa ia masih bermalas-malasan di sarangnya.

“Enak sekali setiap hari begini,” kata Assa.

“Aku seperti raja dan teman-temanku prajuritnya. Aku tinggal menunggu mereka membawa makanan untukku. Hmm… enaknya setiap hari begini. Hahaha…” Assa senyum-senyum sendiri sambil tidur-tiduran. Tetapi tanpa Assa sadari ada sepasang mata yang mengawasinya, mata hewan yang sedang kelaparan.

“Huaaahhl!”

Tiba-tiba datang seekor musang di hadapan Assa. Ia pun terkejut.

“Hahaha…!!! Mimpi apa aku semalam, di depanku ada angsa yang gemuk sekali. Pasti dagingmu banyak dan bisa mengenyangkan perutku. Hahaha…!” Si musang girang.

“A…a…a… ampun, Musang. Ampun, jangan makan aku, ampun,” kata Assa terbata-bata. Ia sangat ketakutan sekali.

“Apa? Kamu tidak mau di makan?” kata si musang.

“I.i.i.iya… Tolong jangan makan aku, Musang,” kata Assa minta belas kasihan.

“Ahh…. aku tidak mau tahu, biar aku makan kau!” ancam si musang.

“Aku tak mauuu…!!” jawab Assa sambil lari secepat-cepatnya menyelamatkan dirinya.

“Heiii!!! Jangan lari kau!!!” kata si musang sambil mengejar Assa.

Assa berlari sekuat tenaga. Sementara si musang tanpa lelah terus-menerus mengejar Assa. Lalu Assa mencari akal. “Oh, iya. Musang kan tidak bisa berenang, aku akan menyelam saja masuk ke sungai.” Lalu…

Baca juga  Tandu untuk Toby

Byurr!!! Assa pun masuk ke dalam sungai.

“Bisa kabur juga kau, ya? Awas kalau tertangkap akan kumakan kau,” ancam si musang. Lalu musang pun menunggu di atas. Assa tidak mempedulikan ancaman si musang, ia menyelam sedalam-dalamnya sampai ke dasar sungai. Dan Assa terkejut ternyata teman-temannya juga sedang bersembunyi.

“Ternyata kalian juga ada di sini?” tanya Assa girang.

“Iya, memangnya kamu mau jadi santapan si musang?” tanya salah satu temannya.

“Aku juga tidak mau jadi santapannya musang,” jawab Assa.

“Makanya kamu jadi angsa jangan pemalas. Kami sibuk mencari makanan, kamu malah asyik-asyikan malas-malasan. Selain itu kamu meminta kami membawakan makanan untukmu setiap hari, memangnya kamu pikir kami pembantumu apa? Apa kamu tidak bisa mencari sendiri. Dan ingat, Assa. Banyak hewan lain yang ingin memangsa kita. Karena itulah kita harus selalu waspada,” kata teman-teman Assa memberi nasihat kepadanya panjang lebar.

“Iya, teman-teman. Maafkan aku, ya. Aku berjanji tidak akan malas-malasan lagi. Setiap hari aku akan encari makan sendiri dan tidak akan menyuruh kalian lagi,” sesal Assa.

“Iya, kami semua memaafkan kamu, kok,” jawab semua teman Assa.

“Terima kasih ya, teman-teman. Kalian sudah memaafkan aku,” sahut Assa.

Assa pun sekarang merasa lega karena teman-temannya telah memaafkannya. Dan Assa berjanji tidak akan menjadi pemalas lagi. Sementara itu Si Musang telah meninggalkan mereka. Assa dan teman-temannya pun selamat dari bahaya dan mereka segera berenang ke atas serta keluar dari sungai. Lalu Assa dan teman-temannya segera mencari tempat tinggal yang baru supaya tidak ditemukan Musang lagi. ***

Leave a Reply

%d bloggers like this: