Kompas, NuBi, Yeni Endah

Hombo Batu

0
()

Oleh Yeni Endah (Kompas, 23 September 2018)

 

Hombo Batu ilustrasi Regina Primalita - Kompas.jpg

Hombo Batu ilustrasi Regina Primalita/Kompas

Ada sebuah tradisi unik yang harus dilakukan oleh anak laki-laki di Bawomataluo, Nias Selatan. Tradisi itu adalah Hombo Batu atau lompat batu, yaitu melompati bangunan tembok batu setinggi 2 meter.

Sejak umur 10 tahun, anak laki-laki di Pulau Nias sudah dilatih untuk bisa melakukan hombo batu. Dan tahun ini adalah giliran Ulo.

“Bagaimana Ulo, kamu sudah siap untuk melakukan Hombo Batu? Tahun ini sudah saatnya kamu berlatih, agar kelak menjadi pemuda Nias yang tangguh.”

“Siap, Ama,” kata Ulo lantang kepada Ayahnya. Ama adalah panggilan untuk Ayah dalam bahasa Nias.

“Hombo Batu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ama harap kamu tidak mudah menyerah, Ulo,” kata Ama.

Baca juga: Membangun Kincir Air Bersama – Oleh Herdita Dwi R (Kompas, 20 Mei 2018)

Keesokan harinya, untuk melatih ketangkasan Ulo, Ama memasang dua buah tiang bambu saling bersebelahan di tanah pekarangan. Ama juga menyusun batu-batu yang akan dilompati. Batu-batu itu disusun dengan  ketinggian setengah meter.

Ama lalu beberapa kali mencontohkan cara melompat batu yang benar kepada Ulo. Ulo pun memperhatikan seksama.

Ulo lalu mulai mempraktekkan melompati susunan batu itu  dengan penuh semangat. Ia mencoba melompat, dan ternyata pada percobaan pertama ia berhasil.

Namun pada lompatan ketiga Ulo kehilangan keseimbangan.

“Aduh, sakit Ama,” Ulo mengaduh kesakitan. Kakinya terantuk batu dan mengalami cedera.

Baca juga: Pemilihan Ketua Kelas – Oleh Himatul Ulya (Kompas, 22 April 2018)

Selama seminggu Ulo menjalani pengobatan pada kakinya agar bisa sembuh seperti sedia kala. Setelah kaki Ulo membaik, ia kembali berlatih.

Baca juga  Tugas Piket Diandra

Ulo mendengar nasehat dari Ama yang juga seorang pelompat batu yang handal.

“Tradisi Hombo Batu diwariskan secara turun-temurun dari setiap keluarga, dari ayah kepada anak laki-lakinya. Kakekmu dahulu juga seorang pelompat batu handal. Jadi sudah seharusnya kamu menjaga warisan nenek moyang kita. Ama yakin, kelak kamu pasti bisa menjadi pelompat batu handal, asal tekun berlatih,” tutur Ama bijak.

Ulo tidak hanya tekun berlatih melompati batu, tapi juga belajar teknik mendarat yang tepat agar kakinya tidak cedera.

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: