Kak Resha, Kompas, NuBi

Si Mungil Bermata Besar

0
()

Oleh Kak Resha (Kompas, 17 Maret 2019)

Si Mungil Bermata Besar ilustrasi Regina Primalita - Kompasw.jpg

Si Mungil Bermata Besar ilustrasi Regina Primalita/Kompas 

Matahari pagi bersinar lembut menyapa seluruh penghuni Pulau Belitung. Namun di suatu hutan di Bukit Peramun, terdengar suara hewan yang sepertinya sedang kesal. Di situ Peli terlihat sangat murung. Ia memeluk satu ranting kecil dengan erat sambil menggerutu, “Aku tidak mau berangkat ke sekolah.”

Melihat sikapnya, ayah Peli yang berada di pohon lain segera menghampirinya. Dengan sebuah tolakan kaki belakang yang kecil namun panjang mampu membuat tubuhnya melesat hingga menjangkau dahan yang jaraknya lebih dari 3 meter.  Lompatan yang menakjubkan!

Peli adalah hewan endemik Pulau Belitung. Orang-orang memanggilnya Pelile’an. Ia adalah Tarsius yang ukuran tubuhnya tak lebih dari setengah kepalan tangan orang dewasa.

Matanya sangat besar jika dibandingkan dengan tubuhnya yang mungil dan ia memiliki kuping lebar. Hal itu membuat Peli menjadi bahan ejekan hewan lain di sekolahnya, sehingga ia sedih dan tidak pernah tersenyum. Peli memandang ayah dan berkata, “Ayah, aku adalah hewan primata terkecil dengan bentuk yang sangat aneh.”

Ayah mendekat dan berkata, “Semua yang Tuhan ciptakan pasti memiliki keistimewaan. Mereka yang sekarang meledek, pasti karena belum tahu kelebihan dan keistimewaanmu.”

Ayah lalu memeluk Peli. “Peli harus tetap semangat. Apapun yang mereka katakan, ayah tetap sayang pada Peli. Ayah akan selalu mendukungmu.”

Peli membalas dengan pelukan yang erat kemudian melompat dari dahan ke dahan untuk menuju sekolahnya.

Sesampainya di sekolah dan ada teman-teman yang meledeknya, Peli ingat pesan ayah untuk selalu semangat.

Hari itu Peli bersama teman-temannya berada di sekolah hinga sore, karena ada tugas khusus yang harus diselesaikan. Ketika saatnya pulang, hari mulai gelap dan suasana malam di hutan sangat mencekam. Teman-teman Peli takut karena mereka tidak bisa melihat dengan baik dalam kegelapan. Mereka takut tidak dapat menemukan jalan pulang.

Baca juga  Tentang Kita dan Laut

Peli lalu berkata, “Kalian tidak usah takut, karena aku akan memandu kalian untuk pulang.” Peli mengambil posisi di depan untuk memandu teman-temannya.

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: