Analisa, Cernak, Nabila Anggraini

Puasa Pertamaku yang Menyenangkan

0
()

Oleh Nabila Anggraini (Analisa, 26 Mei 2019)

Puasa Pertamaku yang Menyenangkan ilustrasi Analisaw.jpg

Puasa Pertamaku yang Menyenangkan ilustrasi Analisa

“Bu, puasa itu apa sih, Bu?” tanyaku pada ibu.

“Puasa itu di mana kita menahan lapar dan haus hingga menjelang maghrib nanti,”  jelas ibu.

“Kenapa kita sebagai umat muslim harus puasa?” tanyaku kembali yang penasaran.

“Dengan puasa ini kita dapat tahu tentang bagaimana orang-orang di luar sana yang tidak bisa mendapatkan nikmatnya makan dan minum seperti kita ini, Sayang. Kita juga bisa dalam puasa untuk berbagi,” jelas ibuku.

“Ohh, Arif paham sekarang, Bu. Aku kali ini puasa penuh ya bu, kan Arif sudah besar, Bu,” kataku dengan semangat.

“Iya, boleh, Sayang.”

Tahun ini di mana aku berpuasa pertama kali, aku sangat senang dengan bulan Ramadan. Karena bagiku bulan Ramadan ini kita juga mendapatkan pahala yang lebih besar dari dibanding hari lainnya,  pokoknya aku sangat senang dengan bulan ini. Puasaku kali ini harus penuh dan tidak boleh bolong.

Tiba saatnya menghadapi puasa pertamaku, ternyata puasa itu tidak mudah. Menjelang siang hari aku pun mulai lelah dan tidak bertenaga Aku merasa haus dan lapar.

“Bu, aku sangat haus dan lapar,” keluhku.

“Loh katanya kamu ingin puasa penuh, masa baru jam segini kamu udah minta buka, Sayang,” kata ibuku sambil tersenyum.

“Iya, Bu, ternyata puasa itu tidak mudah seperti yang Arif kira,” jelasku.

“Begitulah orang yang berpuasa, sabar ya, Sayang, tidak terasa menunggu lagi pasti buka kok.”

Duk…dukk..duk..

Alhamdulilah, akhirnya puasaku berjalan dengan lancar walaupun aku banyak mengeluh padai bu. Aku pun segera berbuka dengan minum air putih terlebih dahulu dan memakan kurma.

Baca juga  Gara-gara Tenda Bocor

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: