Analisa, Cernak, Dwi Utami Amalia

Akibat Main Petasan

0
()

Oleh Dwi Utami Amalia (Analisa, 02 Juni 2019)

Akibat Main Petasan ilustrasi Analisaw.jpg

Akibat Main Petasan ilustrasi Analisa 

Di Desa Helvetia, Candra memiliki dua orang teman bernama Nino dan Taufan. Rumah mereka berdekatan. Setiap sore Taufan selalu menjemput Candra dan Nino untuk bermain bersama.

“Candra… Ayo kita main bola,” kata Taufan.

“Ayo.”

“Kita jemput Nino juga ya biar ramai,” kata Taufan.

Setelah mereka bertiga telah berkumpul, mereka bermain bola dengan asyiknya melawan anak kampung sebelah. Walaupun Candra, Nino, dan Taufan kalah mereka tidak marah karena itu hanyalah permainan. Langit sudah mulai gelap mereka bergegas pulang ke rumah masing-masing dan melaksanakan salat Magrib.

“Bu, besok kita puasa ya?” tanya Candra begitu sampai rumah.

“Iya, besok kita sudah puasa. Kamu puasanya tidak boleh bolong-bolong lagi, nanti Ibu tambah uang THR-nya,” kata Ibu.

“Asyik.”

“Nanti malam kamu salat tarawih ya, ajak Nino dan Taufan juga biar ada temannya.”

“Baik, Bu, nanti malam Candra ajak mereka,” kata Candra.

Malam pun tiba, sekitar jam setengah delapan Candra menjemput Nino dan Taufan untuk salat Isya dan tarawih di masjid.

“Nino…”

“Ada apa, Can?” tanya Nino.

“Yuk kita tarawihan di masjid,” kata Candra.

“Oke, aku ganti baju dulu ya. Kamu jemput Taufan aja, nanti aku nyusul,” kata Nino.

Candra pun pergi ke rumah Taufan yang tidak jauh dari rumah Nino.

“Taufan…Yuk salat tarawih ke masjid.”

“Baik, aku uda siap. Yuk kita pergi, Nino juga sudah dating,” kata Tufan

Mereka bertiga pun pergi ke masjid tidak jauh dari rumah mereka. Ternyata di sana juga ada anak kampung sebelah yang salat di masjid, ketika salat telah dimulai, Candra, Nino dan Taufan mengikuti imam dan tidak main-main di dalam mesjid. Tetapi anak kampung sebelah malah bermain petasan ketika orang sedang salat tarawih.

Baca juga  Kesabaran Radit

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: