Agnes Wijaya, Analisa, Cernak

Sekolah Baruku

0
()

Oleh Agnes Wijaya (Analisa, 21 Juli 2019)

Sekolah Baruku ilustrasi Analisaw.jpg

Sekolah Baruku ilustrasi Analisa

TIDAK terasa liburan sekolah akan lewat. Aku akan memasuki sekolah baruku. Aku terpaksa pindah dari sekolah yang dulu karena terlalu jauh dari rumah dan uang sekolahnya agak mahal. Sungguh mengecewakan, tapi aku berharap semoga aku bisa berteman dengan banyak orang.

Esoknya, aku segera bangun dari tempat tidur, lalu mandi dan memakai seragam, ditambah pula memakai pita merah di kerah seragamku. Habis itu, aku sarapan, memakai sepatu sekolah dan pergi ke sekolah diantar ayah.

“Da… da, ibu, Vina pergi ke sekolah dulu ya. Sampai jumpa,” kataku kepada Ibu dengan penuh kasih sayang

“Da…, dah nak, belajar yang rajin ya,” jawab ibu sembari melambaikan tangan  kepadaku.

“Hati-hati ya, Ayah bawa motornya. Jangan ngebut masih keburu waktunya.” Lanjut Ibu berbicara pada Ayah.

Ayah hanya mengangguk mengerti dan mulai mengantarkan ku ke sekolah baru. Setelah sampai, aku turun dari motor dan melambaikan tangan kepada Ayah. Kulihat ada mading kelas. Aku segera lihat dan aku masuk ke kelas 5-C. Kulihat tidak banyak kursi yang kosong. Dengan berhati-hati, aku duduk di sebelah cewek yang berambut ikal.

“Hai, namaku Sherly. Siapa namamu? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya,” tanya Sherly penasaran dan mengulurkan tangannya

“Namaku Vina. Aku baru saja pindah  ke sekolah ini. Salam kenal,” jawabku pada Sherly.

“Oh, murid baru ya,” tasnya Sherly memperjelas kata-kataku dan tersenyum. Lalu aku pun tersenyum kembali.

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: