31, Cernak, Solopos

Awas Corona

0
()

Oleh Cholifah Tur Rosidah (Solopos, 15 Maret 2020)

Awas Corona ilustrasi Hengki Irawan - Solopos (1)

Awas Corona ilustrasi Hengki Irawan/Solopos

Pagi ini suasana kelas Erdo begitu sunyi. Senyap tak ada suara sedikitpun. Berbeda dengan hari biasanya yang sangat ramai dengan celoteh dan canda tawa mereka. Rupanya Erdo dan teman-temannya sudah siap untuk mengerjakan soal-soal latihan sebagai persiapan pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional. Kurang dari dua bulan lagi, mereka akan melaksanakan ujian sekolah sebagai syarat kelulusan pada jenjang SD.

Bu Wahyu, wali kelas mereka sedang berkeliling untuk membagikan soal dan lembar jawaban. Setelah membagikannya, Bu Wahyu izin kepada siswanya untuk mengikuti rapat dengan guru-guru yang lain dipimpin oleh kepala sekolah.

“Anak-anak, Ibu ke kantor sebentar, ada rapat. Kerjakan soal itu dengan teliti. Baca baik-baik setiap butir soalnya, dan ingat, tetap jaga ketenangan kelas!” jelas Bu Wahyu memberikan instruksi kepada siswa kelas VI kesayangannya.

“Baik, Bu …,” sahut mereka bersama-sama.

Mereka tampak begitu serius mengerjakan setiap butir soal. Tak ada sedikitpun yang bergerak. Tak juga menengok atau berbicara dengan temannya. Mereka asyik menyelesaikannya sendiri. Di tengah kesenyapan itu, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dan menggemparkan kelas.

“Hatsyiii … Hatsyiiiii … Hatsyiiii….”

Baca juga: Festival Bau Nyale di Mandalika – Oleh Muthia Razella (Kompas, 18 Agustus 2019)

Mereka pun kaget. Reaksi mereka beragam. Ada yang menjingkat, ada yang mengucapkan kata-kata lucu, ada yang beristighfar dan lainnya. Kelas menjadi riuh seketika. Mereka saling memandang untuk mencari sumber suara tadi. Rupanya di bangku tengah, deretan nomor tiga dari depan, tampak Didit yang sedang mengusap-usap hidung dengan tangannya dan menunjukkan raut wajah tanpa bersalah.

Baca juga  Ambisi Membuat Rugi Semua

“Woiii … awas … Didit terinfeksi corona!!!” teriak Erdo. Teman-teman pun langsung menutup hidung mereka masing-masing sambil menatap Didit tajam.

“Dit, sebaiknya kamu keluar saja, supaya tidak menulari kami…,” sahut Reta yang mendapat julukan si ratu higienis.

“Enggak kok … ini cuma flu biasa, bukan virus corona!!” bela Didit dengan nada suara yang meninggi. Raut wajahnya pun berubah menjadi tegang. Dahinya mengerut dan alisnya mengangkat.

“Udah, Dit, kamu keluar saja …,” tambah Erdo.

“Tidaaaak …!” teriak Didit.

Tak lama kemudian, Bu Wahyu yang mendengar kegaduhan suara dari kelasnya itu dengan sigap langsung meminta izin meninggalkan rapat untuk kembali ke kelas.

Berjalan cepat dengan sedikit berlari kecil, guru idola semua siswa itu pun tiba di depan pintu kelas.

“Ada apa ini?” tanya Bu Wahyu. Semua siswa berlarian, segera kembali ke tempat duduk masing-masing.

“Ini, Bu … Didit bersin-bersin, sepertinya dia terkena virus corona, makanya kami semua menyuruh Didit keluar kelas, Bu …,” jelas Erdo kepada Bu Wahyu.

“Iya, Bu … bahaya kalau sampai kita tertular,” tambah Reta.

Baca juga: Pacu Tangkelek – Oleh Riyan Prasetio (Padang Ekspres, 18 April 2019)

“Baiklah, tenang…tenang…jangan panik, coba kalian tenang dulu. Tidak semua bersin-bersin itu berarti terinfeksi virus corona,” Bu Wahyu lalu menjelaskan beberapa indikasi yang diakibatkan virus corona. Infeksi virus corona atau Covid-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam. Bisa juga menunjukkan gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan sampai berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Namun secara umum ada tiga gejala yang bisa menandakan terifeksi virus corona yaitu demam, batuk, dan sesak napas.

Baca juga  Bersilaturahmi di Hari Kemenangan

“Saya tidak demam, tidak juga sesak napas, Bu …,” sahut Didit.

“Itu berarti Didit belum tentu terinfeksi corona, bisa jadi hanya flu biasa. Untuk memastikannya nanti silakan ke dokter ya, Dit …,” pinta ibu guru kepada Didit.

“Baik, Bu …” Didit menjawab sambil tersenyum lega.

“Tapi, sebagai pencegahan untuk teman-teman yang lainnya, Didit bisa memakai masker, supaya virus flu tidak menyebar,” pinta ibu guru seraya memberikan masker yang dikeluarkannya dari dalam tas.

“Iya, Bu …terima kasih,” jawab Didit sambil mengenakan masker yang diberikan Bu Wahyu.

Baca juga: Serunya Menjaga Adik – Oleh Lina Herlina (Solo Pos, 18 Agustus 2019)

“Tuh, benarkan, Do … ini hanya flu biasa. Kamu jangan menyebarkan berita yang tidak benar …,” cerca Didit kepada Erdo.

“Aku kan hanya waspada, Dit … maaf ya,” Erdo mendekati Didit dan menepuk bahunya sebagai tanda permintaan maaf.

Bu Wahyu juga menjelaskan tentang cara pencegahan infeksi virus corona, misalnya dengan cara menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat umum dan kendaraan, rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer, hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar, jangan menyentuh area wajah sebelum mencuci tangan, jaga kebersihan badan dan lingkungan. Selain itu juga jaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah, jangan mengonsumsi daging yang tidak masak, rajin olah raga dan istirahat yang cukup.

“Sudah paham semua, anak-anak?” tanya Bu Wahyu terkait penjelasannya mengenai corona.

“Paham, Bu…,” jawab mereka serentak.

“Baiklah, kalau begitu kerjakan kembali soal-soal latihan kalian, dan jaga ketenangan kelas supaya tetap konsentrasi”. Mereka pun kembali mengerjakan soal dengan tenang.

Baca juga  Muara Kasih Sayang Bunda

 

Cholifah Tur Rosidah. Penulis tinggal di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

 

 144 total views,  4 views today

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: