Kedaulatan Rakyat, Resensi, Sarworo Soeprapto

Mengenal Herbal untuk Antioksidan Diabetes

1
(1)

HERBAL atau tanaman obat apa saja yang berguna untuk membantu menerapi penyakit diabetes? Pertanyaan inilah yang hendak dijawab oleh buku ini. Penulis buku, sebagai pakar ilmu farmasi, termasuk fitofarmaka (hal ihwal obat alami yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk jadinya sudah distandardisasi), berusaha hati-hati sekali dalam mengupas aneka tanaman herbal untuk terapi diabetes, sehingga ditambahkannya kata ‘sebagai antioksidan’.

Dalam hal ini, aneka herbal yang selama ini diyakini dapat menyembuhkan diabetes, hanya berfungsi sebagai antioksidan atau zat yang dapat mencegah ataupun memperlambat kerusakan sel dalam tubuh manusia akibat radikal bebas. Agar herbal-herbal tersebut betul-betul dapat digunakan untuk mengatasi diabetes, masih ada proses panjang yang harus dilalui. Saat ini masyarakat awam terlanjur mempercayai bahwa tanaman obat tertentu dapat langsung untuk menerapi diabetes. Dalam kenyataan di lapangan memang ada beberapa herbal yang dapat langsung mengusir penyakit tertentu, tetapi tentu saja jumlahnya relatif terbatas. Misalnya, daun tempuyung, kejibeling, dan kumis kucing, yang sudah terbukti bisa menghancurkan batu oksalat dalam saluran kencing (lazim dikenal dengan istilah ‘batu ginjal’). Juga daun kepel yang cukup efektif mengusir asam urat.

Dalam buku ini, penulis menjelaskan secara sederhana mengenai berbagai aspek yang menyangkut penyakit diabetes mellitus. Termasuk dalam bahasan ini: klasifikasi, etiologi dan patofisiologi, faktor risiko, manifestasi klinik, dianogsis, komplikasi, pencegahan diabetes tipe 2, serta pencegahan sekunder dan tersiernya. Juga diuraikan penatalaksanaan diabetes dan langkah-langkahnya.

Judul Buku : Khasiat Obat Tradisional Sebagai Antioksidan Diabetes
Penulis : Prof Dr RA Oetari SU MM MSc Apt
Cetakan : Kedua, 2020
Penerbit : Rapha Publishing, Yogyakarta
Tebal : 208 halaman
ISBN : 978-602-53994-0-4

Menarik pula uraiannya tentang klasifikasi obat herbal. Melalui proses penelitian ilmiah yang saksama dan cukup lama, akhirnya bisa ditentukan penggolongan obat herbal. Misalnya obat herbal grade A, yang memiliki bukti ilmiah kuat. Grade B, obat herbal kategori bukti ilmiah baik. Grade C, obat herbal yang pembuktian ilmiahnya tidak jelas atau yang bukti ilmiahnya masih diperdebatkan. Ada pula grade D yang pembuktian ilmiahnya negatif, dan grade E yang pembuktian ilmiahnya sangat negatif.

Baca juga  Nyaur Taun

Lantas herbal apa saja yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan dan antidiabetes? Herbal antioksidan dan antidiabetes yang dibahas secara khusus dan cukup mendalam adalah kulit manggis, daun kemangi, meniran, pare pahit dan daun insulin (halaman 81-35).

Kecuali herbal-herbal utama yang dapat digunakan sebagai antioksidan dan antidiabetes, dikemukakan pula herbal-herbal lain yang juga direkomendasikan sebagai antioksidan dan antidiabetes. Herbal-herbal lain yang bisa digunakan untuk terapi diabetes, berdasarkan Permenkes No 6/2006 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia, meliputi bratawali, kayu manis, pare, dan daun salam. Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi, mahkota dewa, ciplukan, sambiloto, cabai, bawang putih, sirih merah, daun insulin, jinten hitam, dan meniran juga terbukti dapat membantu menurunkan kadar gula penderita diabetes. *)

Sarworo Soeprapto, konsultan obat tradisional.

Average rating 1 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: