Kompas, NuBi, Salsabila Zahratusysyita

Pahlawan Merapi

5
(1)

Di Boyolali, Jawa Tengah, Rohman sedang membantu Ayah menata masker-masker buatan ibunya dalam kardus-kardus kecil.

“Ayah, masker-masker ini mau dibagikan ke mana?” tanya Rohman penasaran.

“Oh, ini. Ayah mau bagikan ke para pengungsi Gunung Merapi, Rohman. Ayah mau jadi sukarelawan di sana,” jawab Ayah. Di Boyolali, ada beberapa desa yang digunakan sebagai tempat penampungan pengungsian sementara bagi warga yang tinggal di lereng Merapi. Mereka mengungsi karena Gunung Merapi sudah memasuki status siaga.

“Sukarelawan itu apa, Ayah?”

“Sukarelawan itu adalah orang yang secara sukarela memberikan waktu dan tenaganya untuk membantu orang lain, tanpa mengharapkan imbalan atau mencari penghargaan. Mereka melakukannya demi kebaikan. Untuk misi kemanusiaan.”

Rohman mengangguk-angguk. “Lalu, tugas sukarelawan di sana apa saja Ayah?”

“Tugasnya bermacam-macam, Sayang. Ada yang membantu mengevakuasi warga, membantu distribusi logistik, dan membantu di dapur umum. Membantu bidang kesehatan jika punya keahlian di bidang itu. Melakukan pendampingan belajar atau juga bisa mendongeng untuk menghibur anak-anak di sana, biar mereka tidak jenuh,” jawab Ayah.

“Wah, ada mendongeng juga, Ayah? Rohman boleh ikut tidak? Rohman ingin ikut mendongeng,” ujar Rohman. Ia ingin berbagi keceriaan dengan anak-anak seusia dirinya di sana.

“Maaf, Sayang. Ini lagi ada pandemi. Semua orang diimbau untuk di rumah saja jika tidak ada keperluan mendesak. Jadi, Rohman belajar daring di rumah saja ya, ditemani Bunda. Ayah ke sana karena memang dibutuhkan. Itu pun Ayah harus dites rapid dahulu untuk memastikan bahwa Ayah sehat, terbebas dari virus korona,” kata ayah.

Ayah lalu menjelaskan, para sukarelawan juga diwajibkan untuk melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca juga  Bekal untuk Tante Meti

“Karena jangan sampai niat kita untuk membantu, malah menjadi petaka baru akibat kita lalai dalam menjaga protokol kesehatan sehingga merugikan banyak orang,” jelas Ayah.

“Dengan berada di rumah, Rohman juga sudah melakukan kebaikan kok karena sudah dapat meminimalkan penyebaran virus korona. Jadi, jangan berkecil hati, ya?” lanjut Ayah.

Rohman mengangguk mengerti.

“Kalau begitu, Rohman titip buku cerita saja, ya Ayah, untuk bacaan teman-teman di sana,” ujar Rohman lalu mengambil setumpuk buku kemudian diserahkannya kepada sang Ayah.

“Wah, anak Ayah ternyata punya jiwa pahlawan juga karena selalu punya cara untuk peduli dengan orang lain,” puji Ayah.

Rohman hanya meringis. “Selamat bertugas jadi Pahlawan Merapi, Ayah. Semoga Ayah dan para sukarelawan di sana tugasnya lancar. Semuanya diberi kesehatan dan keselamatan,” doa Rohman.

Ayah yang mendengar itu tersenyum haru. “Aamiin. Terima kasih, Nak.” (*)

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: