Lili Kuswanti, Puisi, Radar Banyumas

Tobong Ketoprak

0
()

Alunan gamelan mendorongku mendekat/Ada panggilan jiwa di sana/Diantar ku dengan sepeda kumbangnya/Penuh cinta dan belai kasih

/

Di Balai Desa Sibalung

Tempat pagelaran itu

Aku merapat menyaksikannya

Ayah setia memangkuku

Jiwaku bergetar bergejolak

Ada rasa ingin turut di dalamnya

Ada rasa ingin menari di sana

Ada rasa ingin melakonkan cerita

Ada sejuta rasa lalu membayangkannya

/

Di Tobong itu sepulang sekolah

Kutemui Dul Calang si empunya

Kusampaikan maksud dengan terbata

Ditangkapnya tujuan hatiku

Dipertemukan aku dengan pemeran utama

Seorang perempuan paruh baya

Cantik menarik dalam kesederhanaanya

Ratmi namanya

/

Bakatku dipolesnya setiap hari

Diberinya aku ilmu menari

Dilatihnya aku melakonkan cerita

Lalu pada suatu malam

Impianku ada dan nyata

Sebelum lakon cerita dimulai

Dengan alunan gending tari

Aku menari bondan di tobong itu

/

Tak terasa ada butiran basah menetes

Air mata haru mengalir

Aku yang masih bocah

Menari di tobong kethoprak Karya Budaya

/

Sejak malam itu terus berulang

Dalam ekstra kupentaskan tari lain

Senyumku mengembang merasuk sukma

Sepenggal harapan pada bakatku

Kupertaruhkan

Menari itu jiwaku

/

LILI KUSWANTI. Seorang guru negeri di wilayah Cilacap yang juga mengajar di Universitas Terbuka. Selain tercatat sebagai alumni Sanggar Tari Dharmo Yuwono, saat ini juga masih aktif di Teater Tubuh. Pernah menerbitkan beberapa buku antologi puisi tunggal.

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Baca juga  Tulang Rusuk Daun Nangka

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: