Benny Arnas, Lakonhidup.Com, Spasi

2020 dan Kemewahannya

Dinda & Dmaura di Pantai Panjang, Bengkulu, di pengujung 2020 (dok. pribadi/penulis)

3
(2)

Pandemi menghadiahi kita dengan kemewahan demi kemewahan. Yang paling terasa adalah waktu dan kelonggaran aktivitas.

Sejak awal, ketika pembatasan wilayah diberlakukan di Indonesia, saya tahu keadaan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Jadi, sembari menunggu aksi nyata yang dilakukan Negara untuk rakyat—yang makin ke sini, makin membingungkan, saya melihat keadaan ini sebagai berkah bagi penulis. Ya, bagi penulis, alias mereka yang selama ini kerap merutuk kekurangan waktu untuk menulis atau selalu merasa kesibukan lain menyita waktu menulisnya. Di luar itu, adalah mereka yang masih bermimpi menjadi penulis.

Sejak Maret-November, saya merampungkan tiga novel: Bulan Madu Matahari, Ethile! Ethile!, dan Cahaya di Bawah Cahaya; beberapa cerpen yang alhamdulillah semuanya dimuat media massa, 40-an esai Rabuan, merilis 7 seri konten Kelas Menulis Terbuka di kanal Youtube saya, mengampu kelas menulis dan seni peran tahunan Benny Institute hingga wisuda di awal pekan terakhir Desember, dan yang tak kalah menggembirakan adalah saya bisa membaca lebih banyak buku dan lebih banyak judul film yang saya tonton di kanal resmi Netflix.

Selain urusan di atas, tentu saja intensitas bersama keluarga semakin meningkat. Saya tidak terlalu menekankan hal ini, sebab sebelum pandemi pun saya lebih banyak di rumah karena kemewahan itu (bisa dekat dengan keluargalah)-lah saya memilih penulis sebagai pekerjaan.

Tahun 2021, selain menyambut (syukur-syukur bisa merayakannya) kelahiran tiga novel yang saya tulis di tahun cantik itu, saya harap saya bisa menuntaskan sebuah novel yang premisnya baru saja rampung, saya juga bertekad menulis—cum menyelesaikan—skenario film panjang yang ancang-ancangnya sudah saya pasang sejak awal tahun ini.

Untuk menutup tahun ini, saya tak ingin menulis yang serius-serius. Saya ingin membuat semacam dokumentasi yang akan saya tengok kalau saya sedang kendor (bahwa di masa susah seperti tahun ini pun saya malah sangat produktif menulis) sekaligus mengingatkan tentang apa yang telah saya pancang untuk tahun depan.

Baca juga  Malam Rajam

Semoga pendemi ini segera berlalu.

Kalaupun tidak juga, semoga kita makin kuat dan terbiasa hidup berdampingan dengannya.

Amin.

Bengkulu, 30 Desember

BENNY ARNAS menulis 25 buku. Tiga novelnya yang akan terbit: Bulan Madu MatahariEthile! Ethile!, dan Cahaya di Bawah Cahaya. Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan membawanya melakukan lawatan kepenulisan dan kebudayaan di 17 negara. Kini, ia mengampu Kelas Menulis terbuka di kanal Youtube-nya.

Average rating 3 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: