Cernak, Kedaulatan Rakyat, Oky Endah Noorsari

Misteri Gigi Kakek

3.6
(5)

SALMA heran, Kakek tidak tersenyum ketika dia pamit hendak berangkat sekolah. Biasanya, meski sedang serius membaca koran sekali pun, Kakek selalu tersenyum lebar saat menerima salam dari Salma.

Tidak seperti sekarang, wajah Kakek terlihat murung dan mulutnya hanya mengeluarkan bunyi berdeham. Padahal Kakek baru dua hari menginap di rumah Salma. Jangan-jangan, Kakek mulai bosan, pikir Salma.

Duh, jangan sampai Kakek pulang lebih cepat. Salma masih ingin mendengarkan Kakek membacakan dongeng untuknya dan Dodit, adik Salma. Semoga pulang sekolah nanti, Kakek sudah murah senyum seperti biasanya lagi, harap Salma dalam hati.

***

Ketika pulang sekolah, Salma melihat Kakek sedang membungkuk rendah di samping meja belajar Salma. Sepertinya ia sedang mencari sesuatu. “Hati-hati, Kek! Kakek sedang cari apa? Sini Salma bantu,” tegur Salma sambil menghampiri kakeknya.

Kakek terlihat terkejut. Ia terlalu sibuk membungkuk-bungkuk, sampai tidak mendengar langkah kaki Salma mendekat.

“Eh, tidak apa-apa,” sahut Kakek dengan suara pelan, lalu bergegas pergi.

Salma diam-diam memperhatikan gerak-gerik Kakek. Sepanjang siang itu, Kakek terlihat berulangkali memeriksa ke bawah rak buku, lemari, belakang televisi, sampai di balik sofa.

Setiap kali Salma mengajak bicara, jawaban Kakek terdengar sangat pelan. Suara Kakek tidak terdengar jelas dan hanya seperti suara kucing menggeram.

“Kakek! Sedang cari apa, sih?” tanya Salma. Dia tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.

Wajah Kakek terlihat malu. “Kakek sedang mencari gigi palsu, Sal. Sejak bangun tidur tadi pagi, di meja kamar Kakek sudah tidak ada.”

Salma melongo. Dia baru tahu kalau Kakek memakai gigi palsu. Selama ini dia mengira gigi Kakek masih utuh karena rajin menggosok dan merawat giginya.

Baca juga  CATATAN KAKI DESEMBER

“Gigi Kakek hilang bersama gelas yang dipakai untuk merendamnya,” kata Kakek lagi.

Tiba-tiba gadis kecil itu teringat sesuatu. Dia buru-buru mengambil salah satu buku dari rak buku di ruang tamu. Beberapa saat Salma membolak-balik halamannya. Dia memekik ketika menemukan halaman yang dia cari.

“Gigi palsu Kakek seperti ini bukan?” Salma menunjukkan gambar susunan gigi yang dia temukan pada Kakek.

Kakek menggeleng. Kali ini sambil tersenyum.

“Gigi palsu Kakek hanya gigi taring saja,” kata Kakek sambil membuka mulut dan menunjuk dengan jarinya.

Benar saja! Salma melihat ada dua ompong di samping gigi seri sebelah atas. Lucu juga ternyata, melihat gigi ompong Kakek. Salma menutup mulutnya untuk menahan tawa.

“Kalau gigi taring palsu itu tidak ada, Kakek jadi kesulitan kalau mau makan daging.”

Salma teringat pelajaran tentang gigi di sekolah tempo hari. Gigi taring itu gunanya untuk merobek makanan yang berserat liat, seperti daging. Kalau gigi itu tidak ada, tentu akan Kakek akan lebih lama saat mengunyah makanan berupa daging.

“Lalu, kenapa gigi palsu itu dilepas?” Salma tak bisa menyembunyikan keheranannya.

Kalau selalu terpasang, kan, tidak mungkin hilang seperti sekarang ini.

“Memang aturannya seperti itu, Sal. Kalau malam, gigi palsu harus dilepas, dan direndam dalam air hangat. Supaya tidak kering,” jawab Kakek sambil memamerkan deretan giginya lagi.

“Lagi pula, kalau sedang tidur, Kakek tidak memerlukannya, bukan?”

Salma mengangguk-angguk dan tersenyum karena membayangkan hal lucu. Tentu saja, masa Kakek akan makan dalam tidur?

***

Siang itu dari sepulang sekolah, Kakek sudah menunggu Salma di meja makan. Salma mengira gigi Kakek sudah ketemu.

“Belum ketemu, Sal,” jawab Kakek, waktu Salma menanyakan kabar gigi palsunya.

Baca juga  Suara Tokek

Salma lalu buru-buru mengganti baju. Namun tiba-tiba dia mendengar suara dari kamar mandi yang pintunya tidak terkunci. Dari dalam kamar mandi terdengar suara orang menggosok gigi. Tapi anehnya, terdengar juga suara Dodit sedang bernyanyi. Mana mungkin Dodit menggosok gigi sambil bernyanyi? Perlahan Salma mendorong pintu kamar mandi supaya Dodit tidak terkejut.

“Dik, kamu sedang apa?”

Dodit menoleh, dia menunjukkan sesuatu yang ada di tangannya. Tangan kanannya memegang sikat gigi, sedangkan di tangan kirinya ada gigi palsu Kakek!

“Lihat, Kak! Aku punya gigi mainan! Ini sedang aku bersihkan, karena tadi malam aku simpan di dalam lemari mainanku.” Dodit terlihat senang dengan mainan barunya.

Salma tertawa lega.

“Dik, itu bukan mainan. Sini, berikan pada Kakak,” ujar Salma sambil mengulurkan tangannya.

Dodit memberengut. “Ini mainanku! Aku mau jadi drakula seperti di film itu. Aku harus pakai gigi ini.”

Salma segera dia memanggil Kakek untuk membujuk Dodit.

“Ah! Akhirnya ketemu juga!” seru Kakek sambil tertawa lebar, memperlihatkan gigi ompongnya.

Dodit terkejut melihat gigi Kakek yang hilang. Dia pun mau mengembalikan gigi Kakek.

“Terima kasih, Dodit,” puji Kakek. Dengan sigap Kakek mencuci gigi itu dan segera memakainya lagi.

“Sekarang Dodit tidak usah takut, gigi Kakek sudah tidak ompong lagi!”

Dodit terkekeh riang melihat senyum Kakek yang lucu. Salma juga ikut tersenyum lega. Misteri gigi Kakek sudah terungkap! Berarti, nanti malam Kakek bisa membacakan cerita lagi. ***

Oky Endah Noorsari. Perum Griya Pesona Asri B-11 Jl. Imogiri Barat KM 75 Dobalan, Timbulharjo, Sewon, Bantul 55186.

1 Comment

  1. Idrus Ali

    Very Good

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: