Gayuh R Saputro, Sajak, Tanjungpinang Pos

Perempuan Masa Lalu

4.5
(2)

Perempuan Masa Lalu

/

Perempuan masa lalu itu

bernama ibu

lahir saat dunia masih gelap

tanpa penerangan

selain cahaya siang hari saja

/

ibu kemudian tumbuh dalam suasana

politik yang bergejolak

di mana-mana pertumpahan darah

dan hidup semakin menderita

/

ibu menjelma sebagai gadis desa

yang luar biasa

masa remaja dilewati dengan susah

sebelum matahari tiba

memburu kebutuhan dapur untuk pelengkap

bekal sekolah

/

tak ada kenangan yang menyenangkan,

kata ibu

kesulitan dilalui dengan segala keterbatasan

sampai puluhan tahun

hingga melahirkanku

/

ibu telah hidup melintasi jaman

menjadi saksi guru kehidupan

yang tak akan ada dalam

jaman yang semakin berkembang

/

ibu, adalah perempuan masa lalu

yang tak mengerti teknologi terbaru

setengah abad lebih usianya

tak akan mampu menjamah dunia maya

/

perempuan masa lalu itu

bernama ibu

dan perempuan masa depan

adalah istriku

: harapanku

seperti ibu

/

ponorogo, 2020

/

Melukis Malam

/

Selepas malam itu

kau tak pernah lagi bertanya purnama

di matamu tergambar serpihan bulan

berpijar bersama bayangan

hingga belum tuntas aku bermain kuas

di atas layar kanvas

/

kau tetap menjadi siluet malam

yang terbungkus sunyi temaram

/

ponorogo, 2020

/

Saat Kembang Api Menyala

/

Malam tanpa ragamu

telah hilang berlalu

bersama percikan kembang api

yang sesaat hinggap di perantauan sepi

mengantarkan perputaran waktu

: satu jam yang lalu

mimpi-mimpi telah tertabur

di sisa umur

begitu pun dengan malam istimewa

yang terkesan biasa saja

/

ponorogo, 2020

GAYUH R SAPUTRO, lahir di Ponorogo – Jawa Timur dua puluh sembilan tahun silam. Menulis dalam bahasa Jawa dan Indonesia. Saat ini mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo dan mengasuh Buletin Larik.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: