Jawa Pos, Sajak, Tjak S Parlan

Harga Sebuah Sepeda

5
(1)

Sebuah Film tentang Kendaraan and Life Goes on, Abbas Kiarostami

/

Apa yang akan diceritakan Kiarostami kepada anakku?

Kota-kota yang runtuh-remuk diamuk lindu,

atau antrean kecemasan yang memanjang di jalanan.

/

Di antara kemacetan dan bunyi klakson kendaraan,

anakku terjaga semalaman

seperti menemukan mainan kesukaan:

komedi hitam yang kerap tayang tengah malam.

/

Apa yang akan dikabarkan kantor berita kepada anakku?

Ramalan cuaca seringnya tak jitu.

Bahwa bumi bergetar di mana-mana,

dan bisa kapan saja.

/

Tetapi di antara yang tak pasti,

anakku kerap bersorak sendiri.

Masa kecilnya bangkit, ketika sebuah mobil

merayap di jalanan berbukit.

/

Mobil itu datang bersama seorang kawan lama,

kawan kecilnya yang selamat

dari bencana.

/

(Ampenan, 23 Januari 2020)

/

Aku Merindukan Bunyi Klakson Kapal Itu

/

Aku merindukan bunyi klakson kapal itu hari ini,

bunyi yang biasanya menyusup ke kamar kita.

/

Kitakah yang terlambat mendengar?

Atau cuaca sedang buruk hingga satu-satunya cara

untuk tiba adalah berdoa dengan hati yang memar.

/

Kita mungkin pernah membayangkan

bagaimana rasanya berdiri sendirian di bibir dermaga

ketika pancaroba.

/

Aku mungkin pernah menunggu seseorang

yang kukira sedang kuinginkan sepenuhnya,

Namun, kabar badai telah menghapus jadwal perjalanan

dan aku pulang menghapus semua ingatan:

cinta muda yang rentan.

/

Kini aku bersamamu, tinggal di sebuah kota

yang terlihat begitu gampang bagi kebanyakan orang,

tetapi kerap membagikan kerumitan bagi kita.

/

Dan kita menerimanya dengan sesekali perih

yang mencoba kita samarkan

dengan ketabahan berkarat

yang tak pernah kita ralat.

/

Dan kita saling mencintai dengan selingan ancaman

asam lambung yang tak bisa disembunyikan

–yang kerap tak kuasa kita lawan dengan pekerjaan.

/

Aku merindukan bunyi klakson kapal itu lagi hari ini,

Baca juga  Kisah Dua Belas Kisah

Namun, hingga dini hari tadi,

aku hanya mendengar bunyi yang lain.

/

Gemuruh dari dalam perutmukah itu?

/

Atau cuaca yang rentan,

telah menghapus semua jadwal perjalanan.

/

(Ampenan, 14 Februari 2020)

/

Harga Sebuah Sepeda

/

Ketika orang-orang sedang turun ke jalan,

aku telah menjual sepedaku satu-satunya.

/

Jalan-jalan lumpuh

Rumahku tersembunyi

pada harapan-harapan yang menyakiti.

/

Ketika orang-orang sedang

turun ke jalan,

aku tak bisa berjalan.

Hanya bisa bertahan di pasar loak,

aku mendengar orang-orang

berteriak-teriak.

/

Istri dan anak-anakku

memanggil-manggil:

cepat pulang, cepat pulang!

/

Tapi jalan-jalan telah lumpuh, dan aku

–dengan segala keterbatasan–

dituntut untuk meluangkan waktu.

/

Demi kepentingan yang lebih besar, katanya.

/

Adakah yang lebih penting dan lebih besar

dari harga sebuah sepeda?

/

Cepat pulang, cepat pulang!

/

Tapi jalan-jalan lumpuh

Orang-orang terus berteriak-teriak.

/

Aku lumpuh.

/

(Ampenan, 28 September 2019)

TJAK S PARLAN. Lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Sebuah Rumah di Bawah Menara (Rua Aksara, 2020) adalah buku kumpulan cerpen terbarunya. Bermukim di Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: