Cerpen, Elpionita Matanari, Waspada

Tangisku Tergantikan

0
()

SEPERTI senja yang mampu memanjakan mata setiap insan yang melihatnya, namun keindahannya hanya sementara, semua punya batas waktu. Sama seperti kita yang sudah berbeda alam.

Tak henti-hentinya aku selalu melangitkan namamu pada sang khalik agar kau ditempatkan di tempat paling indah. Aku tak baik-baik saja setelah mendengar bahwa kau tega meninggalkanku untuk selamanya. Kau renggut mimpi yang telah kita ukir bersama.

“Sayang bangun!!” Tangisku pecah.

Aku tak dapat berkata apalagi di saat tubuhmu yang terbujur kaku ada di depan mataku. Tangisku pecah seakan tak percaya bahwa kau tega meninggalkanku. Mata basah dan tubuh layu yang dapat kulakukan saat ini. Semesta terlalu mempercayakanku berada di posisi ini, aku lemah aku tak bisa menanggung ini semua.

Berkali-kali kumemanggil namamu berharap kau mendengarnya dan mengelus rambutku seperti hari-hari kemarin. Tapi kau hanya diam, semua membisu, kau tega membiarkanku menangis!!

“Di mana kasih sayangmu yang dulu, di mana perhatianmu yang selalu menanyakan bagaimna kegiatanku seharian, yang selalu membujukku ketika aku marah, yang selalu mengalah di saat kita punya masalah, sayang bangunlah!! Usap airmataku.” Teriakku dengan tangis yang terisak-isak.

Aku benci dengan semua ini, airmata terus mengalir dan tak dapat kubendung. Dunia terlalu memaksaku untuk berdamai dengan keadaan tanpa memikirkan bahwa ini adalah hal yang paling sulit untuk dilalui, melepaskan orang yang disayang untuk selama-lamanya bukanlah hal yang mudah.

“Aku tak sanggup Tuhan, aku tak kuat!” Teriakku pada Tuhan.

Sebelum petinya ditutup, seseorang memberiku sebuah kain untuk dirobekkan menjadi dua bagian, ternyata kain tersebut untuk tanda perpisahan kita. Lagi dan lagi tangisku pecah, aku tak kuat, aku tak sanggup harus melakukan itu.

Baca juga  Perempuan Hajar

“Rico bangun, aku tak mau melakukan hal ini, tolong bangunlah!” Tangisku lagi.

Aku semakin tak berdaya ketika Rico sudah dibawa ke tempat peristirahatannya. Aku tak bisa bertemu dengannya lagi untuk selama-lamanya. Hanya kenangan dan foto yang bisa kukenang saat ini.

Tepat hari ini satu tahun setelah kepergian Rico, aku masih berada di zona ketidakberdayaanku. Aku masih meratapi nasib kenapa harus aku yang menanggungnya. Segala masukan dan nasehat dari keluarga sama sekali tak kuperdulikan. Aku mengurung diri dan ditemani oleh tangisan sepanjang hari. Duniaku hancur seperti tak ada secercah harapan. Hari ini aku ingin mengunjungi makam Rico, kubawa bunga untuknya agar dia bahagia di sana dan agar dia juga tahu bahwa namanya masih terukir indah di hati.

“Hay sayang, apa kabar di sana?” Tanyaku sambil melihat namanya yang terukir indah di pemakaman itu.

Lagi dan lagi tangisku pecah, aku meminta pada semesta agar memberi kesempatan untuk bersamanya lagi. Tapi semesta hanya diam dan membiarkanku jatuh.

Setelah pulang dari pemakaman, Mama dan Papa menyuruhku untuk melanjutkan studi ke luar kota, mungkin ini rencana kedua orangtuaku agar aku bangkit dari keterpurukan ini.

“Siska, Mama dan Papa sudah mengurus segala berkas untuk kamu pergi melanjutkan sekolahmu ke luar kota. Mama dan Papa tak sanggup melihat keadaanmu seperti ini. Kamu seperti tak mempunyai masa depan, ingat sayang semua ini ada hikmahnya. Mungkin Tuhan tau kalau kamu itu kuat, makanya dihadapkan pada cobaan ini.” Kata Mama sambil memelukku.

Kini aku berada di tempat baruku, suasana di sini sangat indah dan orang-orang di lingkungan ini juga sangat ramah. Aku sangat berharap aku bisa bangkit setelah tinggal di tempat ini. Hari ini aku harus beres-beresin kamar kost yang begitu berantakan, tanpa sengaja aku melihat foto kenangan bersama Rico, aku berusaha untuk tidak meneteskan airmata. Kusimpan fotonya tepat di sebelah kasurku. Setelah selesai beres-beres aku keluar kost untuk menghirup udara segar, mataku dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa indahnya.

Baca juga  Hujan Tadi Malam

Dua tahun berlalu kini senyumanku kembali, aku merasa semesta telah menjawab pintaku, aku dipertemukan dengan sosok pria yang memiliki sifat yang sama dengan Rico, ya namanya Jack. Dia sosok yang sangat sangat baik dan bertanggung jawab. Dia memiliki kepribadian yang sama dengan Rico. Hari-hariku sangat bahagia bersamanya, segala yang kurindukan kini kembali walaupun dengan wajah yang berbeda.

Sekarang aku menyadari bahwa rencana Tuhan itu jauh lebih baik daripada rencana manusia. Mungkin ujian ini sengaja Tuhan kirimkan karena dia tahu kalau kita itu kuat dan juga segala sesuatu yang diambil dari kita akan digantikan dengan yang jauh lebih baik tapi kita harus benar-benar ikhlas melepasnya.

Sekarang tangisku telah tergantikan oleh sosoknya. Walaupun aku sudah menemukan Jack, aku akan tetap bawa Rico dalam doaku, karena aku juga yakin dia pasti bahagia melihatku sudah bangkit dari ketidakberdayaanku. ***

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: