Fabel, Lampung Post

Persahabatan Ulat, Capung, dan Lebah

0
()

PADA suatu hari di pinggir hutan, ada seekor ulat yang tampak kesusahan hendak menggapai sebuah tanaman yang tengah berbunga indah berwarna ranum. Si ulat ingin sekali memakan bunga yang ranum dan menggoda tersebut. Ia berusaha mencapainya, tapi kesulitan.

Dari kejauhan seekor capung melihatnya lalu berkata. “Hai ulat, apakah kamu mau memakan bunga yang ranum itu? Mari aku bantu untuk mencapainya.”

Mendengar tawaran itu si ulat langsung mengiyakan. “Iya aku mau, dari tadi mau menggapainya tapi tidak bisa, susah sekali hendak ke atas,” ucap ulat.

“Naiklah ke atas punggungku nanti aku akan mengantarkanmu ke sana. Tapi nanti maukah engkau membantu juga?” tanya si capung.

Mendengar hal itu, ulat langsung mengiyakan. Usai memakan bunga yang ranum, si ulat bertanya. “Apa yang bisa aku bantu untukmu capung?” tanya ulat.

Capung pun bercerita jika ia ingin meminum madu lebah walau hanya sedikit karena madu akan membuat umur capung lebih lama. “Tentu saja aku akan membantu,” ucap ulat.

Keesokannya ulat naik ke atas pohon dekat rumah lebah. “Hai lebah, apakah aku bisa meminta madumu sedikit untuk capung agar berumur panjang,” pinta ulat.

Lebah keluar dengan wajah murung. “Sayang sekali kami tidak memproduksi madu karena kami kekurangan lebah pekerja hingga tak ada yang mencari nektar bunga,” ucap lebah.

Mendengar hal itu si ulat ikut sedih. Saat ia pulang, bertemu dengan siput dan menceritakan kisahnya. Siput berkata: Hai ulat, kamu akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu dalam waktu beberapa saat, jadi kamu bisa terbang dan mencari nektar buat membantu lebah memproduksi madu.

Mendengar itu ulat menjadi senang. Dan benar saja, dalam tiga hari sang ulat menjadi kupu-kupu indah hingga bisa membantu lebah dalam memenuhi nektar dan menghasilkan madu.

Baca juga  Sebutir Peluru Saja

Lebah amat berterima kasih kepada ulat yang telah menjadi kupu-kupu, serta memberikan madu untuk capung.

Capung yang mendengar kupu-kupu membawakan madu untuknya segera bersemangat dan langsung meminumnya, serta tidak lupa mengucapkan terima kasih.

Ini merupakan kisah persahabatan sejati dan saling membantu antara suka dan duka antara ulat, capung, dan lebah. ***

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: