Ardi Hamonangan Siregar, Haluan, Puisi

JALAN; SESAT; HUJAN; SUCI; SALING

3
(1)

JALAN

.

Jalan adalah tempat semesta berjalan.

Padanya uang-uang pun berjalan.

Begitu pun kegembiraan.

Dan padanya sejarah diciptakan untuk dikenang.

.

Dan pada kelok segala kecelakaan, kecintaan tercipta.

Ia bagai mantra-mantra sulit diucapkan, sulit dipecahkan.

.

Jalan adalah tempat semesta berjalan.

Padanya segala doa bermuara.

Padanya segala cerita tercipta.

Padanya puncak hening adalah keramaian.

.

Dan pada punggungnya singgah bisa menepi.

Lalu pada telapak tangannya senyum tepatri.

.

Agam, 2021

.

SESAT

.

Bagaimana bisa aku tersesat oleh kenikmatan.

Jika utara pada petaku adalah kamu.

Bagaimana bisa aku tersesat.

Jika kenikmatanku bermuara padamu.

Bagaimana bisa aku merasa kenikmatan.

Tanpa disesatkan olehmu.

Bagaimana bisa aku merasa kehidupan

Jika kenikmatanku berlabuh pada senyummu.

Pada tawamu.

.

Agam, 2021

.

HUJAN

.

Air turun deras. Rumahku menciptakan hulu. Dan ruang tamu jadi hilir.

Menciptakan banyak kehidupan. Menciptakan banyak kesempatan.

Raja siang sembunyi di balik tembok tuhan maha lebar. Burung-burung mengigil.

Menebalkan jaket. Mendengkur tidur

.

Sedang aku tafakur di pojok ruang. Merapikan apa yang rumit.

Membuang apa yang kotor. Menyaring apa yang penting.

Mementingkan apa yang senang. Mencintai makhluk dengan sepenuh hati.

Merapal puja serta syukur pada kuasa. Atas nikmat yang turun begitu khidmat.

.

Agam, 2021

.

SUCI

.

Semua yang suci telah kembali.

Tiada lagi yang mengerti.

Tak ada lagi yang abadi.

Semuanya telah kembali.

.

Mati pasti akan menghampiri.

Bisa saja dengan menusuk ulu hati.

Bisa saja dengan luka yang mengila.

Bisa saja dengan rasa kenang yang belum kering.

.

Suci tak akan lagi dicari-cari.

Apalagi masuk dalam mimpi.

Ia sudah tenang. Melayang.

Melanglang buana. Menunggu di pintu gerbang.

.

Agam, 2021

.

SALING

.

Cinta jatuh begitu dalam.

Baca juga  SEHARIAN DI TAMAN ITU; DI ATAS BUKIT

Masuk ke dalam palung paling suci.

Hati dan mata saling cinta. Tak ada pertikaian.

Tak ada urat tegang. Semua penuh kasih sayang.

.

Mulanya senyum terbit di cakrawala muka.

Lalu menyinari sampai ke ulu hati.

Tingkah jadi bukan lagi tingkah. Ia berdiri sendiri. Jadi mandiri.

Sedang hati kembang kempis menghirup hawa pagi yang hangat dan sederhana.

.

Dan cinta jatuh begitu dalam. Masuk ke dalam palung paling suci.

Paling hati-hati. Hanya ia yang mengerti tanpa kecuali.

.

Agam, 2021.

.

ARDI HAMONANGAN SIREGAR. Lahir di Lubuklinggau pada bulan November. Saat ini tengah menyelesaikan studi di jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas. Aktif berkegiatan di UKMF Labor Penulisan Kreatif (LPK).

Average rating 3 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: