Jawa Pos, Sajak, Surya Gemilang

NURSERY RHYME, 1; NURSERY RHYME, 2; DARI LUBANG YANG PANAS

3.3
(3)

NURSERY RHYME, 1

.

seorang bocah penyendiri, cuma bocah itu sendiri

malam itu ingin bunuh diri

ia ambil pisau di laci

lantai ternoda darahnya suci

.

seorang bocah penyendiri, cuma bocah itu sendiri

malaikat hitam tiba kemari

ke kamarnya dengan pintu terkunci

di tangannya ada sabit yang suci

.

seorang bocah penyendiri, cuma bocah itu sendiri

ia terbang ke langit sendiri

sendiri, sendiri, sendiri

di akhirat ia tetap sendiri

.

(Jakarta, Mei 2021)

.

NURSERY RHYME, 2

.

papi berteman dengan banyak polisi

setiap saat ia dicari para polisi

.

papi bermain dengan banyak polisi

di loteng rumah ia suka sembunyi

.

papi sangat jago sembunyi

di petak umpet ia tak pernah kalah dari polisi

.

papi berteman dengan banyak polisi

setiap saat ia dicari para polisi

.

papi bermain dengan banyak polisi

dan kemarin mereka bermain hal lain

.

papi digandeng ke lapangan oleh polisi

padaku papi bilang, “jaga ibu, oh Sisi”

.

papi baik dan baik juga padanya para polisi

papi dikubur dan para polisi meninggalkannya sendiri

.

“tahun depan kami kembali kemari,”

kata satu polisi dengan senyuman manis

.

“kuburnya akan kami gali

dan giliran ia mengubur kami sendiri”

.

papi berteman dengan banyak polisi

dan mami tak suka para polisi

.

aku tak suka mami terus menangis

sebab terus marah pada para polisi

.

(Jakarta, Mei 2021)

.

DARI LUBANG YANG PANAS

.

dari lubang yang panas di tahun 1998,

8.991 ton lumpur meteor terciprat dari

puncak piramida: sebuah kota perlahan

tenggelam, ketika seorang ibu berendam

dalam sakit yang lumer dalam udara:

dari lubang yang hangat meluncur

seorang bocah: seketika ia melihat merah

pekat yang dulu menghukum atmanya.

Baca juga  Dongeng Pendek tentang Kota-Kota dalam Kepala

.

(Jakarta, April 2021)

.

SURYA GEMILANG. Lulus dari Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Buku-bukunya, antara lain, Mengejar Bintang Jatuh (kumpulan cerpen, 2015), Cara Mencintai Monster (kumpulan puisi, 2017), Mencicipi Kematian (kumpulan puisi, 2018), dan Mencari Kepala untuk Ibu (kumpulan cerpen, 2019).

Average rating 3.3 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: