Cerita Anak, Lampung Post, Rina

Kisah Kain Pel dan Sapu

Kisah Kain Pel dan Sapu, Cernak Lampung Post

Kisah Kain Pel dan Sapu ilustrasi Lampung Post

5
(1)

Oleh Rina (Lampung Post, 13 Februari 2022)

SETIAP makhluk diciptakan di dunia pada dasarnya adalah untuk dimanfaatkan manusia. Asalkan manusia dapat menjaga dan menghormatinya, tentu benda itu akan maksimal memberi manfaatnya.

Namun dalam dunia benda, tentu ada saja keluhan mereka saat dimanfaatkan manusia. Mereka saling iri dengan benda lainnya terkait lokasi dan waktu pemanfaatan. Seperti kisah kain pel dan sapu kali ini.

Suatu hari, di sudut ruang kamar mandi, sebuah kain pel yang baru saja dipakai terlihat basah. Dia terlihat muram dan kesal.

Dia pun mengeluh atas kondisinya.

“Aku selalu dipakai untuk lantai dan membersihkan semua kotoran,” katanya.

Memang penghuni rumah sangat menyukai kebersihan, sehingga kain pel dan sapu terus-menerus digunakannya. Alhasil rumahnya tampak selalu bersih, hingga ke bagian dapurnya.

Keluhan itu didengar Sapu, soulmate-nya. Sehingga sapu pun mempunyai rasa yang sama dengan kain pel. Sapu menjawabnya, “Nasib kita sama saja. Aku juga selalu dipakai untuk membersihkan kotoran, abu, pasir, dan semua yang jorok.”

Kain pel dan sapu merengut dan bermuka masam.

Saat itu, Kemoceng turut dalam perbincangan. “Nasib kita sama. Aku juga digunakan untuk membersihkan debu dan pasir. Aku juga selalu terkena kotoran dan debu yang membuat tubuhku hitam.”

Namun Kemoceng hanya membersihkan bagian atas rumah, bukan lantai. Namun dia pun mengeluh.

“Kalau begitu, kita memiliki nasib yang sama. Sungguh rasanya tak adil saat kita diperlakukan seperti itu,” kata kain pel.

Tiba-tiba, Malaikat muncul di depan mereka. Membuat mereka terkejut dan terdiam. Malaikat pun mulai memberi tahu mereka, bagaimana asal-usul Tuhan menciptakan keberadaan mereka.

“Kalian bertiga sungguh tidak boleh mengeluh. Kalian sangat berarti bagi kebersihan manusia. Kalian sangat penting dan harusnya bersyukur karena sangat dibutuhkan.”

Baca juga  Ide Cemerlang Nadia

Mereka bertiga pun sadar akan keluhannya selama ini. Mereka segera meminta maaf kepada Malaikat atas keluhan masing-masing.

Selanjutnya, mereka tidak pernah mengeluh lagi dan selalu bahagia saat manusia menggunakannya. ***

.

Kisah Kain Pel dan Sapu.

 3 total views,  2 views today

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: