Koran Tempo, Puisi, Yanusa Nugroho

SOKRASANA

SOKRASANA Puisi-puisi Yanusa Nugroho

SOKRASANA ilustrasi Imam Yunni/Koran Tempo

4.8
(4)

Puisi-puisi Yanusa Nugroho (Koran Tempo, 01 Mei 2022)

SOKRASANA

.

‘menjelang subuh dia

turun

dengan langkah kecil’

bisikmu

.

kuhirup udara basah

subuh

dan kuncup mawar

yang menggigil

.

tidak, tentu saja,

tidak ada nyanyian katak

yang biasa memanggilnya

.

‘ya, langkahnya tipis

kecil saja

seperti rasa takut

yang sangat…’

bisikmu

.

siapakah yang dipilihnya

kali ini?

tentu, akan banyak sudut

senyap memeluknya dengan mesra

.

langit abu-abu

barangkali saja dia sudah terpilih

berada pada sudut

paling kelu

.

‘kemana dia berlalu?’

bisikku

.

‘seperti rasa takut yang sangat,

dia menyelinap begitu saja…

menuju

sela-sela kenanganmu,

barangkali saja…’

.

.

.

LARA AMIS

.

dan gadis

yang amis. yang berkudis

sepenuh tubuh

dengan sepasang lengan rapuh

mendayung ke tempat-tempat jauh

anak siapakah kau

begitu amis tubuhmu

begitu ikan dirimu

dan amis itu menyatu pada dayung

juga tubuh perahu

dan air sungai

dan jagatmu

tapi tidak bagi lelaki itu

yang panjang rambutnya adalah kesabaran

yang legam rambutnya melebihi malam

Palasara

pandangan tenangnya adalah udara pagi

antar aku menyeberangi hatimu, gadisku…

tepian manakah yang kau tuju

tepian jiwamu yang sunyi itu, tentu saja

lalu bau amis itu menjelma raksasa rajamala

dan kudis menyatu menjelma dara, rekatawati namanya

perahu pecah, yang satu rupakinca

yang lain kincarupa

yang tinggal adalah durgandini

yang kecantikannya mengharumi jiwamu

dari rahimnya lahirlah para raja

dari rahimnya lahirlah…

.

.

.

BISMA

.

Jahnawi, o, Jahnawi

dalam rahimmu ada para Wasu

tujuh lahir

tujuh mati

tujuh kembali

.

satu kau biarkan menangisi

dunia

.

Santanu termangu panjang

masih terikat pada

tujuh lahir

tujuh mati

tujuh kembali

.

jalan begitu panjang

begitu sunyi

O, Jahnawi

terlalu rumitkah kematian

Baca juga  Cerita Menyentuh dari Nenekku

atau kehidupan?

.

jika ini delapan penjuru mata angin,

mengapa kau sisakan satu?

.

kalau kau maksudkkan seminggu

mengapa kau sisakan satu?

.

mungkin kau ciptakan windu

mengapa kau ambil tujuh?

.

O, Jahnawi

satu kau biarkan menangisi

dunia

.

.

Yanusa Nugroho, lahir di Surabaya, 2 Januari 1960. Lebih dikenal sebagai penulis cerpen dan novel dan telah melahirkan banyak buku. Buku terbarunya adalah novel Pohon Purba Berdahan Pelangi Berdaun Bintang (2021). Selain itu, ia menulis puisi, tapi tidak dipublikasikan di media massa.

.

SOKRASANA

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 4

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: