Koran Tempo, Puisi, Zainur Rahman

DI TELUNGKUP MESOPOTAMIA

DI TELUNGKUP MESOPOTAMIA - Puisi-puisi Zainur Rahman

Di Telungkup Mesopotamia ilustrasi Imam Yunni/Koran Tempo

5
(1)

Puisi-puisi Zainur Rahman (Koran Tempo, 15 Mei 2022)

DI TELUNGKUP MESOPOTAMIA

.

Dan, seperti kegelisahan-kegelisahan lainnya, Qulaiba

Lamping-lamping Sungai Tigris menyisir malam di rambutmu

Memecah cadas hitam, membentuk barisan batu-batu

Meruntuhkan denyut jantung empat kubah Kubilai Khan

.

“Jangan bawa aku

ke lancip kota-kota di tebal alisku,” ujarmu.

.

Hingga, kemarau yang gigil

Menjala suara para pedagang jalur sutra

Pada lentik perbatasan Khawarezm

Sementara Mesopotamia, masih mencari masa lalunya.

.

Maka ketahuilah, Qulaiba

Dua puluh lima langkah ke belakang

Dunia Khorjan adalah tempat air matamu dilahirkan

Sehingga tak ada yang lebih tabah dari kalung manik di leher senja

Sebelum Eldar Zachary memberi serbuk titanium di tangan kirinya.

.

.

(Prenduan, 06:43)

.

.

.

MENYEKA VIOLET SAGHA

.

Kisi-kisi pasi masih menempel pada perut langit;

Kata garis wajah batu

Tanpa menyisir kebohongan yang lain

Memastikan Seddy Obukin adalah dermaga pelabuhannya

.

Lain ambang,

Beban memikul, memukul jajar kening pijar Sashakuis

Sebagai leluhur yang mematung

Di sudut palis Faisal I

Lagi pula, seberang selaput Laut Merah

Mampu mengendapkan suara seroja

_Tertancap beku kepala

.

Di pekat kenang pavaliun yang kuyu

Pangkal tabung kaca mendekatkan kuping mata

Satu jengkal ke kecemasan

Kenapa rawit Sagha

Tak jadi menengkukkan pekik jalan.

.

  .

(Prenduan, 07:00)

.

.

Zainur Rahman lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ia adalah mahasiswa tadris bahasa Inggris di Institut Agama Islam Negeri (IAIN Madura).

.

DI TELUNGKUP MESOPOTAMIA

 325 total views,  1 views today

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Baca juga  sebuah pintu di depan pintu, arsip kegelapan, (hamlet), dan lainnya

Leave a Reply

error: Content is protected !!