Cerita Remaja, Desi Marwanti, Kedaulatan Rakyat

Anak Kucing di Tepi Jalan

Anak Kucing di Tepi Jalan - Cerita Remaja Desi Marwanti

Anak Kucing di Tepi Jalan ilustrasi Joko Santoso (Jos)/Kedaulatan Rakyat

1
(1)

Cerita Remaja Desi Marwanti (Kedaulatan Rakyat, 10 Juni 2022)

SORE itu, Salsa berencana pergi ke swalayan bersama ibu. Ia akan menemani ibu untuk berbelanja kebutuhan dapur yang hampir habis.

Salsa senang sekali jika diminta ibu untuk menemani berbelanja. Selain jalan-jalan, Salsa juga kadang dikasih bonus jajan meskipun sedikit. Hihi.

Karena jarak swalayan dengan rumah Salsa tidak terlalu jauh, ibu dan Salsa cukup berjalan kaki saja. Di sepanjang jalan, Salsa selalu bergandengan dengan tangan ibu. Salsa harus waspada dan berhati-hati karena jalanan di sore hari cukup ramai.

Tiba-tiba di seberang jalan, Salsa melihat anak kucing yang sedang tidur. Anak kucing itu terlihat sangat lusuh. Badannya yang berwarna orange tampak kotor oleh air dan tanah.

“Ibu, lihat itu, Bu. Ada anak kucing yang sedang pingsan, Bu,” seru Salsa.

Ibu tersenyum mendengar ucapan Salsa. Salsa mengartikan kucing yang tidak bergerak itu sama dengan pingsan. Ibu kemudian mengajak Salsa untuk mendekati anak kucing yang malang itu.

“Puuss… puuss,” Salsa mencoba memanggil anak kucing itu.

Meong… meong….

“Bu, anak kucing ini tidak pingsan. Dia masih bisa menjawab panggilan Salsa, tapi suaranya tidak kencang.”

“Iya, suaranya sangat lirih, bahkan hampir tak terdengar. Lihat ini Salsa, anak kucing ini mungkin habis dari sungai, sehingga badannya basah dan kotor seperti ini.”

“Kasihan sekali kucing ini. Ibu, bolehkah Salsa membawa anak kucing ini?” Salsa memohon kepada ibu.

Ibu tersenyum dan mengangguk kepada Salsa.

Keduanya kemudian meneruskan perjalanan pulang sambil membawa anak kucing itu. Ibu juga menjelaskan kepada Salsa kalau kita sebagai manusia juga harus menyayangi dan mengasihi binatang. Salsa berjalan dengan penuh semangat dan ingin segera sampai di rumah, karena khawatir dengan anak kucing yang malang itu.

Baca juga  Empati

Sesampainya di rumah, Salsa bergegas menuju kamar mandi untuk memandikan si kucing.

“Ayah, Salsa punya kucing baru loh. Cantik kan yah?”

“Loh, Salsa dapat kucing dari mana, Nak?”

“Tadi Salsa menemukan kucing ini di pinggir jalan. Salsa sudah izin ke ibu, dan dibolehkan membawa dan merawat kucing ini di rumah. Kasihan yah, kucing ini tadinya sendirian di pinggir jalan dan hampir saja pingsan. Boleh kan yah,” cerita Salsa.

“Baiklah, tapi ingat, Salsa harus merawat kucing ini dengan baik ya. Belajar bertanggung jawab, jangan sampai ditelantarkan. Oke?”

“Siap ayah,” jawab Salsa sambil tangannya hormat kepada ayah.

.

.

*) Desi Marwanti. SMP IT Baitussalam Prambanan.

.

.

Ayo Kirimkan Karyamu!

AYO kirim karyamu di Rubrik KACA – Kedaulatan Rakyat, edisi Jumat untuk siswa-siswi SLTP-SLTA.

Kiriman naskah bisa berupa: Opini tema aktual – Siswa Bicara, puisi – Parade Karya, cerita remaja, profil siswa-siswi berprestasi.

@ Cantumkan identitas diri, nama penulis, sekolah, kontak HP/WA, email, nomor rekening.

@ Materi tulisan – foto difile sendiri-sendiri. Naskah yang dimuat ada honorarium.

@ Materi dikirim ke email: [email protected]

Terima kasih.

(Redaksi KACA-KR)

.

Anak Kucing di Tepi Jalan. Anak Kucing di Tepi Jalan.

 121 total views,  2 views today

Average rating 1 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: