Analisa, Cerita Anak, Mayang Sari Pohan

Cadar Women

Cadar Woman - Cerita Anak Mayang Sari Pohan

Cadar Woman ilustrasi Analisa

0
(0)

Cerita Anak Mayang Sari Pohan (Analisa, 22 Oktober 2017)

MAYANG. Mayang adalah seorang wanita yang mempunyai kelebihan. Kalian mau tahu kelebihannya? Ahhkepo deh!! Hehe iya, iya aku kasih tahu, Mayang adalah seorang wanita hero, tau gak kenapa Mayang itu aku bilang hero? Karena Mayang memiliki kekuatan super. Ia memiliki sebuah cadar super… cadarnya akan memberi kekuatan kepada Mayang saat ia memakainya.

Mayang menggunakan cadarnya untuk menolong orang-orang yang kesusahan. Nah, Mayang memiliki teman setia yang bernama Amel. Amel inilah yang selalu ikut ke mana pun Mayang pergi. Bisa dibilanglah seperti lem dengan prangko. Namun, Amel tidak memiliki kekuatan super seperti Mayang, oleh karena itu kadang Amel selalu tertinggal karena si Mayang dengan silap mata langsung menghilang atau bisa juga terbang.

Sebenarnya, Amel itu juga punya kelebihan, ia bisa mendengar suara orang yang butuh pertolongan dalam jarak sejauh mana pun. Nah, dengan kelebihan Amel itu, ia bisa membantu Mayang dalam menjalani tugasnya.

Oh iya aku lupa ngasih tau, si Mayang itu sebenarnya adalah orang yang pikun. Ia sering lupa memakai cadarnya saat ingin membantu orang.

Mayang dan Amel tidak ingin ada yang tahu kalau mereka adalah hero di kampung. Mereka merahasiakan identitas mereka. Oleh sebab itu mereka jika ingin beraksi akan menggunakan cadar, walaupun cadar yang dikenakan oleh amel tidak sakti, namun itu bisa menutupi siapa dia sebenarnya.

Mau tahu gak kenapa mereka merahasiakan identitasnya? Karena mereka tidak ingin musuh mereka tau siapa mereka sebenarnya.

Hero kampung sering disebut dengan cadar women! Hayo… kenapa hero kampung dipanggil dengan cadar women? Yah karena mereka menolong orang dengan menggunakan cadar.

Baca juga  Perilaku Aneh Paman Go

Cadar yang digunakan Amel dan Mayang itu berwarna hitam. Hehe tenang saja, cadar dan pakaian mereka memang hitam tapi kan kulit mereka putih, jadi mereka masih bisa terlihat walaupun gelap.

Musuh terbesar cadar women adalah “Satria si baja merah”, lucu ya namanya, biasanya kan satria baja hitam, ini merah pula. Satria si baja merah disebut seperti itu karena merah adalah warna panas, jadi menjelaskan orang yang jahat.

Satria si baja merah sangat usil terhadap warga setempat di kampung. Contohnya, mengambil pakaian nenek-nenek kampung yang warnanya pink, bukan itu saja ia juga sering mengganggu nenek-nenk kampung yang giginya sompel setengah. Bah ini penjahat atau si penggoda nenek-nenek?

Mayang dan Amel sedang berpatroli kampung dengan pakaian yang biasa dan sederhana. Eh tiba-tiba mereka melihat si Satria Baja Merah sedang beraksi. Ia mengambil jemuran seorang ibu-ibu, kalian tau apa yang dicurinya?

Ia mencuri pakaian dari jemuran ibu-ibu tadi. Mayang dan Amel pun langsung berubah. Namun sebelum itu Amel berkata, “Eh, May, lihat deh, itu si Satria Baja Merah mencuri apa?”

“Emangnya kenapa?” sahut Mayang.

“Itu penjahat, tapi nyarinya kok pakaian ya?” jawab Amel.

“Oh, iya ya, dan kenapa ia selalu mencuri yang berwarna pink?” kata Mayang.

Setelah berbincang, merekapun langsung berubah. Eh ternyata si Satria Baja Merah tadi melihat Cadar Women. Dan dia pun lari.

Tapi jangan takut, Mayang kan punya kekuatan super jadi dia bisa menghilang. “Tring!” ditemukannya si Satria Baja Merah.

Mereka pun bertarung. Mengadu seluruh kekuatan yang mereka punya.

“Satria Baja Merah! Serahkan pakaian milik ibu yang kau curi itu,” kata Mayang.

Baca juga  Rahsia Separuh Abad

“Enak saja, butuh perjuangan untuk mencuri benda ini. Kau tahu?” jawab Satria Baja Merah.

“Aku minta serahkan sekarang,” tegas Mayang.

“Eh, wanita bercadar,” kata Satria.

“Ada apa kamu memanggil aku? Kau ngefans sama aku? Mau minta tanda tangan?” jawab Mayang.

“Apa? Ih, sorry deh jeng, minta tanda tangan situ!” jawab Satria Baja Merah kesal.

Mereka bertarung kembali, setelah lama bertarung akhirnya Satria Baja Merah kalah dan kabur terbirit-birit.

Ibu-ibu yang ditolong tadi merasa penasaran. Siapa yang menolongnya tadi. Ia ingin tahu wajah hero mereka seperti apa. Namun Mayang dan Amel tidak ingin memberi tahunya.

Mayang dan Amel berjalan melewati ladang, ternyata masyarakat berkumpul di sana dan menyambut mereka.

“Wahai Cadar Women, tunjukkanlah wajah kalian, izinkan kami melihatnya.” Kata masyarakat setempat.

Cadar women pun hanya diam dalam wajah bingung.

Hemm, baiklah jika kalian memaksa, kami akan tunjukkan,” sahut Mayang.

Dan akhirnya mereka membuka cadarnya dan masyarakat langsung menggendong mereka dengan bahagia. ***

.

.

Mayang Sari Pohan adalah siswi SMP Negeri 16 Medan.

.

.

Loading

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!