Cerpen, Kedaulatan Rakyat, Sigit Candra Lesmana

Jangan Sebar Rahasia Kami

Jangan Sebar Rahasia Kami - Cerpen Sigit Candra Lesmana

Jangan Sebar Rahasia Kami ilustrasi Joko Santoso (Jos)/Kedaulatan Rakyat

4
(3)

Cerpen Sigit Candra Lesmana (Kedaulatan Rakyat, 11 November 2022)

WARGA RT 8 dibuat heboh oleh gambar tak senonoh Bu Susi yang beredar di grup Whattapp RT 8. Dalam gambar tersebut, Bu Susi terlihat sedang tidur bersama lelaki yang bukan suaminya. Keduanya nampak telanjang, hanya bagian dada ke bawah ditutupi dengan selimut putih. Nampaknya, gambar itu diambil di dalam sebuah kamar hotel murah yang letaknya tak jauh dari sana.

“Lihat nih, Ibu-ibu, kelakuan Bu Susi, baru saja ditinggal setahun sama suaminya, sudah tidur sama lelaki lain,” ucap Bu Angel saat berbelanja sayur di tukang sayur keliling langganan.

Ibu-ibu yang sedang asyik memilih sayur pun bergumam mendengar pernyataan Bu Angel. Mereka saling menatap satu sama lain dan mengamini pernyataan itu.

“Gak nyangka ya, Bu, Bu Susi bisa seperti itu. Padahal orangnya baik dan ramah,” jawab salah satu ibuibu yang memegang tempe.

“Justru itu, Ibu-ibu, terkadang yang terlihat baik luarnya, belum tentu juga baik dalamnya,” kata Bu Angel sembari memilah-milah bayam untuk dimasak jadi sayur bening nantinya.

Ibu-ibu lain yang mendengar ucapan Bu Angel pun manggut-manggut pertanda setuju. Obrolan mengenai Bu Susi tak hanya ramai berlangsung di tukang sayur saja. Bu Angel yang memang tersohor sebagai ratu gosip, selalu membahas topik yang sama pada setiap pertemuan warga RT 8 yang dihadirinya.

Topik tentang Bu Susi pun menjadi topik utama di antara ibu-ibu di RT 8. Bu Susi yang merasa tidak pernah berbuat yang dituduhkan padanya, membela diri dengan mengatakan bahwa kabar yang beredar itu hanyalah fitnah belaka.

“Sudahlah, Bu Susi, warga RT 8 sudah tau siapa kamu yang sebenarnya, tak perlu membela diri,” ketus Bu Angel.

Baca juga  Perempuan Terindah

“Ibu-ibu semua salah paham, saya tidak pernah melakukan hal itu. Laki-laki yang ada di foto juga, saya tidak mengenalnya,” Bu Susi memelas mengharap simpati warga.

Namun, warga RT 8 tidak mau tahu, yang ada di pikiran mereka, Bu Susi adalah wanita nakal yang main serong saat suaminya sedang merantau ke luar negeri.

“Usir saja dia dari sini,” kata suara yang muncul dari belakang kerumunan.

Pak RT yang mengetahui ada keributan di tengah warganya berusaha untuk melerai. “Sudah, Ibu-ibu Bapak-bapak tenang dulu. Jangan main hakim sendiri,” ucap Pak RT.

“Benar kata Pak RT, hadapi semua masalah dengan kepala dingin, jangan terbawa emosi,” kata Bu Leli, istri Pak RT.

Bu Susi yang melihat kedatangan Pak RT menatap pemimpin lingkungan itu dengan sinis. Bukannya senang dengan kehadiran Pak RT, Bu Susi justru melayangkan tatapan sinis penuh curiga. Sadar Bu Susi menatapnya dengan sinis, Pak RT pun melirik tajam ke arah Bu Susi, sembari melempar senyum kecut yang tak manis sama sekali.

“Wanita seperti itu harus diusir dari sini, Pak, dia bisa mendatangkan bencana bagi lingkungan kita,” seru Bu Angel semangat.

“Tenang, Bu Angel, mari kita musyawarah dulu di Balai RT, kita tentukan melalui musyawarah agar bisa diambil keputusan yang terbaik.”

“Bu Susi, sekarang pulang dulu, tenangkan diri di rumah,” ucap Pak RT sembari sekali lagi melempar senyum yang tanggung dan tak manis.

Sore setelah musyawarah dilakukan di Balai RT, Pak RT bergegas menuju ke rumah Bu Susi untuk memberitahu hasil masyawarah antara warga dan Pak RT.

Bu Susi membukakan pintu setelah Pak RT mengetuk pintu dari kayu jati itu tiga kali. Bu Susi terkejut, sejurus kemudian mimik wajahnya berubah merah dan penuh dendam.

Baca juga  Di Mana Om Kelik?

“Jika Bu Susi masih ingin tinggal di sini, jangan sebar rahasia kami, jika tidak akan saya bikin kondisi Bu Susi lebih sulit dari saat ini, akan saya bikin foto rekayasa yang lebih parah dari sebelumnya.” Pak RT berbisik di telinga Bu Susi.

Setelah itu, Pak RT pun berlalu, meninggalkan Bu Susi yang wajahnya semakin merah padam menahan amarah.

***

Seminggu sebelum tersebar foto di grup Whatsapp RT, Bu Susi sedang berjalan melintasi hotel murah yang terletak tak terlalu jauh dari RT 8. Dengan menenteng aneka sayur dan beberapa potong tempe serta tahu, Bu Susi dengan mantap membelah trotoar dan bergegas untuk pulang.

Tepat di depan hotel, Bu Susi terperangah, dia melihat Pak RT dan Bu Angel keluar bersamaan dari hotel murah itu. Keduanya tampak puas dan sumringah. Pak RT dan Bu Angel yang sadar akan kehadiran Bu Susi juga sama kagetnya. Sejak saat itu, Pak RT melakukan berbagai cara agar Bu Susi tutup mulut. ***

.

.

Candra Lesmana, lahir di Jember, 12 Maret 1992, bekerja sebagai karyawan toko dan penulis lepas. Senang menulis artikel, cerpen, dan puisi, aktif berkegiatan di Forum Lingar Pena cabang Jember.

.

Jangan Sebar Rahasia Kami.

 607 total views,  6 views today

Average rating 4 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: