Anonim, Cerita Anak, Haluan

Semut dan Belalang

Semut dan Belalang - Cerita Anak Anonim

Semut dan Belalang ilustrasi Haluan

3
(1)

Cerita Anak Anonim (Haluan, 26 Februari 2023)

PADA zaman dahulu waktu musim panas penuh dengan bunga-bunga yang mekar. Hewan yang hidup di hutan, burung dan serangga sangat menikmati musim ini dan tentu saja tak kesulitan mencari makanan. Pada hari-hari biasa bagi belalang yang pemalas, yang sedang bersantai di bawah pohon bersantai sambil bernyanyi.

Tiba-tiba terdengar suara berisik dan belalang mencoba mendengarkan suara tersebut. Belalang pun penasaran sama suara itu, akhirnya belalang memutuskan untuk melompat tinggi ke cabang pohon. Dan di sana belalang melihat jejak semut dari kejauhan, semut-semut itu berbaris seperti tentara sambil membawa biji-bijian dan buah kering yang jatuh dari pohon.

Belalang pun melompat ke tanah dan kebingungan sambil melihat barisan semut itu menghilang.

“Aku tak pernah melihat semut ini, mereka selalu bekerja,” kata belalang.

Pada saat itu ada seekor semut sambil membawa biji yang lebih besar dari tubuhnya melewati belalang. Di depan belalang, semut itu ingin istirahat dan menjatuhkan biji besar yang dia bawa. Belalang menatapnya semut itu dengan mata hampa.

“Semut apa kau pindah ke suatu tempat?” ujar belalang bertanya.

“Bukan,” tutur semut menjawab.

“Jangan bilang bakal ada bencana, apa itu alasan kau melarikan diri dengan membawa bekal makanan?” kata belalang.

“Bukan,” ucap semut lagi.

“Kalau begitu, boleh aku tanya, kau sedang apa sibuk membawa makanan?” kata belalang.

“Kami membawa makanan ke sarang kami, dan makanan tersebut kami simpan untuk musim dingin,” kata semut.

Belalang pun kaget….

“Kau menyimpan makanan untuk musim dingin? Untuk apa, wahai semut? Dan selain itu untuk apa buru-buru, musim dingin kan masih lama?” kata belalang. “Senang-senanglah nikmatin aja musim panas ini,” kata belalang.

Baca juga  Surga untuk Lelaki yang Tertipu

“Kalau begitu bagaimana saranmu untuk menghadapi musim dingin?” kata semut yang bertanya kepada belalang.

“Aku yakin kita pasti akan mempunyai cara untuk bersenang-senang, jangan khawatir,” ujar belalang.

“Kau hanya memikirkan kesenangan saja, nanti kami makan apa kalau dari sekarang tidak mempersiapkan makanan,” kata semut kepada belalang.

“Aku akan pikirkan pada saat musim dingin tiba nanti, sekarang kan musim panas dan ada banyak yang bisa dimakan,” kata belalang.

Semut itu pun sudah jenuh dengan omongan belalang, akhirnya semut itu pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dan meminta tolong kepada belalang untuk mengangkatkan biji itu ke punggung semut. ***

.
.

Loading

Average rating 3 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!