Cerpen, Ifan Tandjuang, Rakyat Sumbar

Tim Sukses

0
()

HARI belumlah terang benar, matahari nampaknya enggan untuk bangun dari peraduannya.

Orang-orang sudah berlalu lalang untuk beraktivitas pagi itu.

Disebuah kedai kopi di sudut kota Sempadan, dua orang pria tengah bercengkrama. Santai namun terlihat serius.

Mereka Jepri dan Joni, dua orang sahabat yang kerap disebut orang sudah seperti aur dengan tebing itu. Di beberapa kesempatan mereka acap terlihat berdiskusi terkait berbagai hal.

Jepri adalah seorang Aktivis LSM di kota Sempadan.

Pagi mulai merekah. Jep menyeruput kopinya dalam-dalam, dengan seksama ia mendengarkan celoteh Joni kawan karibnya yang seorang wartawan itu.

“Beberapa kali aku menghajar si Kadir itu melalui pemberitaan, aku yakin betul jagoanku menang kali ini.”

“Apa yang membuatmu yakin?” tanya Jep.

Jelas, semua bobroknya sudah kubongkar, masyarakat banyak pasti mempertimbangkan. Pak Usman tak satu pun yang menyorot, kita main cantik, katanya.

“Memangnya kalau menang, kamu dapat apa?” Jepri kembali bertanya.

“Pasti ada, lihat saja nanti.” Kata Joni optimis.

Hingga menjelang siang, obrolan panjang mereka tak jauh dari pilkwako yang tengah hangat-hangatnya di perbincangkan. Sama halnya dengan yang lain, dari kedai kopi ke kedai kopi dan dari setiap pertemuan ke pertemuan lainnya. Genap satu bulan lagi perhelatan demokrasi itu bakal digelar.

Kembali kepada Joni, ia adalah seorang wartawan sekaligus pemilik media online ternama yang didapuk sebagai juru kampanye oleh kandidat Usman dan Ahmad. Selain paham dengan lapangan, Joni adalah wartawan investigasi yang handal. Segala persoalan bisa dikulitinya dengan mendalam. Joni adalah “peluru” nya Usman. Memang sedari dulu mereka ini terkenal dekat, Usman tak sembarangan memilih orang. Mengingat profesi, dalam kampanye Joni banyak bermain di belakang layar.

Baca juga  Dua Tokoh Kesedihan yang Diciptakan Haruki Murakami

Ada dua kandidat yang bertarung pada pilwako kali ini, yaitu pasangan Usman- Ahmad (Usah) dan pasangan Kadir-Burhan (Kabur).

Mereka sama-sama kuat, dengan latar belakang yang sama-sama hebat.

Kadir adalah mantan wakil walikota yang telah menjabat satu periode yang lalu, tentu selama menjabat sudah dikonsepnya sedemikian rupa terkait pencalonannya ini. Wakilnya adalah seorang ketua partai yang cukup dikenal baik oleh masyarakat Kota Sempadan.

Rivalnya tak kalah hebat. Usman memiliki latar belakang yang tak bisa disepelekan, dia mantan Walikota Sempadan pada periode sebelum Kadir menjabat. Soal strategi, Usman jagonya. Hanya saja entah karena pertimbangan apa setelah satu periode kemarin dia tidak mencalonkan lagi. Kali ini Usman kembali unjuk kebolehannya dalam berpolitik. Wakilnya juga bukan orang sembarangan, seorang pengusaha nomor satu di kota itu yang juga pengurus partai. Dia punya banyak massa.

Hari semakin berjalan, waktu pemilihan yang ditunggu pun sudah sangat dekat. Joni dan para tim sukses Usman dengan gencar berkampanye menonjolkan Visi-Misi serta keunggulan jagoannya. Tak jarang Joni memuat berita yang menjatuhkan nama baik lawannya.

Untuk beberapa saat hidup Joni enak, berbagai keperluannya dicukupi oleh Usman. Joni amat yakin jagoannya ini bakal menang, mengingat beberapa indikator yang dia pertimbangkan sesuai dengan semestinya.

Kini di media sosial Joni terang-terangan mendukung paslon ‘UsAh’ dan mengungkit-ungkit serta mencari kesalahan paslon ‘KaBur’, tak jarang orang menganggapnya penebar fitnah terhadap rivalnya. Upaya maksimal telah dia lakukan, banyak hujatan dan dukungan membanjiri akun media sosial nya itu.

Pasangan Kadir-Burhan bersama tim sukses tak mau kalah. Notabenenya, Tim ini sangat kuat dan punya simpatisan yang solid. Berbagai upaya juga mereka lakoni dengan dengan maksimal.

Baca juga  Lelaki Itu Ingin Salat Id di Kampung Kelahiran

Hari yang ditentukan tiba. Joni amat yakin jagoannya bakal menang.

“Saatnya yang jujur dan adil memimpin kota ini,” demikian tulisan terakhir di media sosialnya sesaat sebelum perhelatan demokrasi itu dimulai.

Menit demi menit perhitungan hasil Quick Count bakal keluar malam itu juga.

Kedua belah pihak harap-harap cemas menantikan. Untuk sementara ini, hasil perhitungan cepat diketahui Pasangan ‘UsAh’ unggul, kata Komisi Pemilihan Umum.

Sontak ‘UsAh’ dan seluruh timnya melonjak kegirangan mendengar kabar itu. Joni, terbayang olehnya jabatan yang dijanjikan Usman, dia amat girang.

Tim ‘KaBur’ masih optimis menanti hasil total dari keseluruhan suara.

Esoknya diumumkanlah hasil total perhitungan suara. Di luar dugaan, KPU menetapkan Pasangan ‘KaBur’ sebagai kandidat pemenang dalam pilwako kali ini. Suara mereka beda tipis sekitar 200 suara.

Bebera hari kemudian di kedai kopi, Jep menyaksikan Joni kawannya itu murung.

“Sudah kubilang, wartawan mesti netral, ambil pelajarannya. Bersiaplah untuk kesulitan di masa mendatang,” ujarnya kepada kawannya itu.

Joni hanya diam sambil memagut-magut. Entah didengarnya ocehan sahabatnya itu entah tidak.

Joni tak habis pikir, prediksinya bisa salah, usahanya rupanya berakhir kecewa.

Terbayang olehnya, alangkah segannya nanti untuk membangun kerjasama dengan pemerintahan ‘KaBur’ yang sejak awal telah dihujat dan dicacinya habis-habisan lewat medsos dan media miliknya. Ia juga amat malu kepada kawan seprofesinya.

“Kapok, tak bakalan lagi aku terlibat,” katanya dalam hati. ***

 70 total views,  3 views today

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: