Kedaulatan Rakyat, Muhammad Bagus Agam Triambada, Resensi

Ungkapan Cinta Lewat Bahasa Sastra

Skenario Ruang Waktu ilustrasi Mediakita

5
(1)

Oleh Muhammad Bagus Agam Triambada (Kedaulatan Rakyat, 09 November 2021)

“Karena yang perlu sama-sama kita tahu, setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadiahi dirinya saat jatuh cinta. Entah harus mengungkapkan, atau terpaksa harus meredamnya dalam-dalam.”

KUTIPAN di atas merupakan pesan yang menjadi ciri khas dari buku ‘Skenario Ruang Waktu’. Buku karya Ikrom Mustofa ini bergenre romansa yang berisikan kumpulan-kumpulan cerita dan prosa.

Cerita ataupun prosa dalam buku ini merupakan suatu penggambaran rasa cinta yang dialami oleh seseorang terhadap salah satu sosok yang ia kagumi. Perasaan cinta itu dituangkan dalam sebuah sajak-sajak indah yang memiliki makna mendalam di dalamnya.

‘Skenario Ruang Waktu’ berisikan kisah ataupun kronologi hubungan antara seseorang dengan satu sosok istimewa yang pada akhirnya berakhir bahagia.

Kisah dalam buku ini diawali dengan perjuangan seseorang yang sungguh nyaris menyisakan keputusasaan. Hari-hari yang semakin sulit yang ia alami menimbulkan rasa frustasi, akan tetapi dengan tekad dan keberanian akhirnya kebersamaan itu tiba dalam sebuah ikatan janji suci pernikahan.

Seperti salah satu judul sajak dalam buku ini ‘Temu’, di mana penulis menceritakan perkenalan tokoh dengan seseorang yang terjadi ribuan hari lamanya. Seiring berjalannya waktu tokoh Aku ini mulai tumbuh perasaan terhadap seseorang yang telah lama ia kagumi. Ada satu keyakinan yang dimiliki oleh tokoh Aku namun ia tak cukup memiliki keberanian, hingga ia hanya bisa berharap akan berjodoh dan akan dipertemukan di waktu yang tepat.

Judul Buku : Skenario Ruang Waktu
Penulis : Ikrom Mustofa
Penerbit : mediakita
Tebal : 142 halaman
Cetakan : Cetakan Pertama, 2021
ISBN : 978-979-794-627-2

Dengan satu keyakinan tersebut akhirnya ia bertekad dan mencoba memberanikan diri untuk berusaha mendekati sosok yang ia kagumi tersebut. Tak peduli dengan apa yang terjadi nanti apakah berhasil atau tidak, namun ia tetap berusaha keras mencoba. Hingga di akhir cerita buku ini tokoh Aku berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.

Baca juga  Lolo Bunglon

Buku ini memberikan banyak pesan dan kesan yang dapat diambil setelah membacanya. Sebuah buku yang menarik dan layak untuk dibaca khususnya dikalangan remaja atau seluruh penikmat bahasa sastra.

Permainan diksi yang cantik membuat pembaca ikut terbawa suasana cerita dalam buku ini. Makna yang terkandung dari sajak-sajak yang terdapat dalam buku ini cukup mendalam sehingga membuat pembaca menjadi tersentuh.

Hanya saja di dalam buku ini tidak terdapat penjelasan dari isi sajak-sajaknya, sehingga membuat pembaca harus menafsirkannya dari sudut pandang mereka sendiri-sendiri.

Tentang penulis buku ‘Skenario Ruang Waktu’, Ikrom Mustofa merupakan alumnus Institut Pertanian Bogor, dan menyelesaikan pendidikan Master di Wageningen University & Research, Belanda.

Buku-buku sastra yang sudah ditulis Ikrom selain buku ini adalah ‘Sebuah Warna’ (2014), ‘Sajak-Sajak Bianglala’ (2016), dan ‘Dalam Sketsa’ (2018). ***

.

.

*) Muhammad Bagus Agam Triambada, mahasiswa PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan.

.

.

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

%d bloggers like this: