Audrey Regina, kompas, NuBi

Siapa yang Paling Kuat di Hutan?

Siapa yang Paling Kuat di Hutan? ilustrasi Regina Primalita/Kompas

Oleh Audrey Regina (Kompas, 14 November 2021)

DI sebuah hutan di Kalimantan Timur, hewan-hewan yang tinggal di dalam hutan tersebut hidup berdampingan. Namun, beberapa di antara mereka sering membanding-bandingkan diri dan menganggap dirinya paling kuat di hutan.

“Aku adalah hewan yang paling kuat di hutan ini,” kata Jaja si gajah. Ia menunjukkan tubuh besarnya dan belalai panjangnya. “Karena tubuhku paling besar, aku hewan paling kuat.”

Tak mau kalah, Maca si macan dahan membantah Jaja. “Akulah yang paling kuat di hutan ini! Suaraku yang paling besar dan yang mendengar suaraku akan takut.” Maca lalu mengaum keras.

Buma si beruang madu tak tinggal diam. “Yang paling kuat di hutan ini adalah aku. Semua juga takut, kalau mendengar suaraku.” Buma kemudian berdiri sambil menunjukkan kakinya yang memiliki kuku tajam, kemudian menderam.

Ketiga hewan itu sibuk meributkan siapa di antara mereka paling kuat dan ditakuti. Tak lama datanglah Gaga, si burung enggang. Gaga mengepakkan sayapnya dengan panik di sekitar Jaja, Maca, dan Buma.

“Gawat! Tantan si orang utan diculik oleh para pemburu!” katanya.

Mendengar berita dari Gaga itu, Jaja, Maca, dan Buma berhenti bertengkar.

“Ayo, kita harus menolong Tantan!” kata Maca si macan.

Ketiga hewan tersebut kemudian pergi mengikuti Gaga ke tempat Gaga melihat para pemburu menculik Tantan si orang utan.

Setelah melihat Tantan, teman mereka yang diculik, ketiga hewan tersebut pun marah. Jaja si gajah mendekat ke arah para manusia pemburu itu. Para pemburu pun kaget melihat seekor gajah besar sedang berjalan ke arah mereka.

Maca si macan dahan juga langsung mengaum. Suaranya yang menakutkan itu membuat para pemburu tambah ketakutan. Buma si beruang madu tak mau kalah. Ia berdiri sambil memperlihatkan kukunya yang tajam dan lalu menderam. Para pemburu itu semakin ketakutan, lalu meninggalkan Tantan dan lari pontang-panting dari hutan.

Baca juga  Desa Wisata Candirejo Borobudur

Berkat kerja sama yang baik di antara ketiga hewan tersebut, Tantan bisa diselamatkan dari para pemburu!

“Terima kasih, ya, teman-teman, karena sudah menolongku,” ujar Tantan.

“Kita sesama penghuni hutan memang harus saling menolong,” sahut Jaja.

“Betul. Untung saja kamu tidak apa-apa,” kata Maca.

“Ternyata, kalau bersatu seperti tadi, kita bisa menjadi lebih kuat, ya,” ungkap Buma.

“Betul. Tidak peduli siapa hewan yang paling kuat di hutan ini, asal kita bersatu dan bekerja sama, kita juga akan menjadi lebih kuat,” tanggap Jaja.

Jaja, Maca, dan Buma akhirnya menyadari, bahwa tidak ada gunanya mereka mempermasalahkan siapa hewan yang paling kuat di antara mereka. Karena apabila mereka bersatu, mereka akan menjadi jauh lebih kuat dan bersama-sama akan mampu melindungi penghuni hutan. ***

.

.

Leave a Reply

error: Content is protected !!