Koran Tempo, Mutia Sukma, Puisi

Migrasi; Pada Nasib yang Ditinggalkan

0
(0)

Puisi-puisi Mutia Sukma (Koran Tempo, 07-08 September 2019)

Migrasi ilustrasi Istimewa.png

Migrasi ilustrasi Istimewa

Migrasi

 

Di antara pergantian musim dan riak lautan

Air terseret kapal besar

Jantungnya seperti terusan Suez

Menerobos, berkecipak

 

Cerobong uap yang berkarat digerus garam

menciptakan bunyi “Zeeeeenggg” yang ngilu

Para nona memandang senja dengan topi bundar

yang hampir lepas tertiup angin

Sedangkan dia memejamkan mata seolah

bunyi mesin kapal yang brisik memperdengarkan

lagu kesedihan

Sambil memandang ke belakang

Seolah rumah serta tirai beludru tebal di kamarnya

masih menggantung pada kusen jendela yang bersarang

 

dipenuhi kopernya dengan kenangan

dengan ciuman kekasih pertama yang tertinggal

kapalnya mengapung menciptakan buih dan suara berisik

lalu dia membayangkan es krim yang mengambang

di atas coca cola kesukaannya

 

Hatinya dingin melipat musim dan derita bahagia

pada hidup yang akan ditinggalkannya

 

Loading

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Baca juga  Ketika Listrik Padam

Leave a Reply

error: Content is protected !!