Iin Farliani, Julaiha S, Koran Tempo, Puisi

TORPEDO MERAH

TORPEDO MERAH - Puisi Iin Farliani dan Julaiha S

TORPEDO MERAH ilustrasi Imam Yunni/Koran Tempo

0
()

Puisi Iin Farliani dan Julaiha S (Koran Tempo, 07 Agustus 2022)

TORPEDO MERAH

.

betapapun silam

akan kukenakan gaun pemberianmu

karat gemetar roda

pernah membawa kita

meluncur pada papan es

siapakah penghuni paling patut

yang akan menyambut

.

menuju pulang

.

yang menantang

tiba dari bau pasar, amis pindang

limbah rumah besuk

seorang putera yang terbelah

sebelum lahir

seorang ayah yang menembakkan

seteru

menanamkan gelap pada rumah kita

mengirimkan daun-daun rontok

kuntum-kuntum nanah

pesemaian bunga penuh lumpur

.

gaun pemberianmu akan kukenakan

tentu,

betapapun silam

aku yang rabun

meraba denyut dekat duri

sempurnakan derita ini

dari balik ingatan yang tergelincir

.

2022

.

.

Iin Farliani lahir di Mataram, Lombok, 4 Mei 1997. Alumnus Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mataram ini aktif di Komunitas Akarpohon. Buku puisinya berjudul Usap Matamu dan Ciumlah Dingin Pagi (2022) serta buku kumpulan cerita pendeknya berjudul Taman Itu Menghadap ke Laut (2019).

.

.

.

SETAHUN LALU, PENGANTIN TAK BERINAI

.

anak kecil bermain pada rambut pohon

melilit tubuhnya yang kerdil

ia berayun di sore hari

membiarkan luka hidup menari-nari di jalanan kota

yang berwarna keramaian,

.

anak kecil tertawa terpingkal, tidak seperti ibu

tangan mungil itu kuat membawa segelas air

yang dihimpuni cahaya senja

dan kopi hitam di meja lapak tanah

hendak menjadi pertarungan ruang perut

.

setahun kemudian

sirnalah punggung tua, demi anak semakin melajang

peta tanah terpajang di dinding kamar

setelah tuan tanah menawar harga diri

.

2022

.

.

Julaiha S lahir di Medan, 11 Juni 1993. Bergiat di Kompensasi, Labsas, dan KPPI-Medan. Alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan ini telah melahirkan buku puisi tunggalnya berjudul Mula-Mula Kita Pergi Selanjutnya Tersesat (2016).

.

TORPEDO MERAH

Baca juga  Racun Kritikus

Julaiha S lahir di Medan, 11 Juni 1993. Bergiat di Kompensasi, Labsas, dan KPPI-Medan. Alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan ini telah melahirkan buku puisi tunggalnya berjudul Mula-Mula Kita Pergi Selanjutnya Tersesat (2016). Julaiha S lahir di Medan, 11 Juni 1993. Bergiat di Kompensasi, Labsas, dan KPPI-Medan. Alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan ini telah melahirkan buku puisi tunggalnya berjudul Mula-Mula Kita Pergi Selanjutnya Tersesat (2016).

 600 total views,  1 views today

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: